Khofifah Apresiasi Peresmian Kantor Pusat JKSN: Rumah Besar Kiai-Santri Penyejuk Bangsa

  • Bagikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat peresmian kantor JKSN di Surabaya. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) merupakan rumah besar bagi kiai dan santri Indonesia yang berperan sebagai penyejuk bangsa, pendamai, serta referensi kehidupan yang sarat kebaikan.

Pernyataan ini disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sekaligus peresmian Kantor Pusat JKSN di Surabaya, Minggu (16/2/2026).

“Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap ini akan menjadi rumah besar yang menyejukkan, karena para ulama senantiasa menjadi penyejuk, pendamai, dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan,” ujar Khofifah.

Ia berharap kehadiran Kantor Pusat JKSN dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh jaringan kiai dan santri di Indonesia.

Khofifah menekankan pentingnya membangun komitmen dari seluruh anggota JKSN, baik santri, kiai, maupun ulama, untuk mewujudkan cita-cita sebagai penyejuk bangsa melalui karakter akhlakul karimah.

Baca Juga : Prabowo Resmikan PLTP dan PLTS di 15 Provinsi, Khofifah Tegaskan Jatim Siap Wujudkan Swasembada Energi

“Insya Allah, ini akan menjadi bagian kekuatan. Di mana saja, karakter ini akan menjadi pilar penguat negara,” tegasnya.

Selain itu, Khofifah menyoroti keseimbangan antara pemikiran global dan kearifan lokal dalam pengembangan organisasi.

“Di JKSN, kita bersama tentu punya komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan untuk semua pihak. Dari sisi pikiran, kita punya global mindset. Tetapi dari sisi kebijakan, antara local wisdom dan global mindset,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Djamari Chaniago mengingatkan peran strategis santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk resolusi jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Menurut Djamari, semangat heroik ini harus terus dijaga agar kontribusi generasi santri terhadap bangsa tidak pudar.

Baca Juga  1.058 Santri LPPTKA BKPRMI Tanah Bumbu Diwisuda, Bupati: Tahun Depan Gaji Guru TPA Kita Naikkan 1 Juta.

Sementara itu, Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh KH Asep Saifuddin Chalim menekankan posisi strategis pondok pesantren dalam pendidikan dan perjuangan bangsa. Menurutnya, pesantren telah menjadi lembaga pendidikan pertama di Indonesia, sekaligus sentral perjuangan melawan penjajah.

Baca Juga : OPOP Jawa Timur Jajaki Peluang Pasar Internasional Lewat Kunjungan ke KJRI Hongkong

Ia menegaskan tujuan organisasi ulama ini adalah menjaga persatuan, mengembangkan faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah, serta mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi Indonesia.

Peresmian Kantor Pusat JKSN dan Rakernas Pergunu ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ulama dan santri sebagai penyejuk bangsa, sekaligus memastikan nilai-nilai Islam moderat terus dijaga dan dikembangkan untuk kemajuan Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *