Nusawarta.id, Kandangan – Suasana khidmat namun sarat semangat kebersamaan mewarnai Pendopo Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Setelah resmi dibuka pada Jumat malam, Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan agenda dengan rapat pleno yang menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten untuk memperkaya wawasan serta menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan.
Rapat pleno dibuka dengan pemaparan Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS., yang membahas tema “Membangun Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Ramah Lingkungan dan Berdampak Positif bagi Masyarakat.” Dalam paparan tersebut, Prof. Hatta menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, ulama memiliki peran strategis dalam memberikan pedoman moral agar pengelolaan sumber daya alam tidak semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat yang luas bagi masyarakat dan memastikan keberlanjutan lingkungan hidup.
Baca Juga : Musda XI MUI Kalsel Digelar di HSS, Tekankan Peran Ulama untuk Kemakmuran Banua
Sesi kedua menghadirkan Dr. H. Rofiqul Umam Ahmad, SH., MH., Wakil Sekjen MUI Pusat sekaligus Koordinator Wilayah MUI Pusat untuk Kalimantan Selatan. Dengan tema “Transformasi Digitalisasi sebagai Sebuah Tantangan bagi MUI dan Ormas Islam,” Dr. Rofiqul menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Transformasi digital menjadi kunci agar MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam tetap relevan, responsif, serta mampu memenuhi dinamika dan tuntutan umat di era informasi yang cepat berubah.
Rapat pleno berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, dan masukan konstruktif, menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran MUI dalam pembangunan daerah sekaligus pembinaan umat.
Diskusi ini mencerminkan kesadaran bahwa peran ulama tidak hanya terbatas pada fungsi spiritual, tetapi juga ikut menentukan arah pembangunan sosial dan lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan kepada para narasumber oleh MUI Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pemikiran mereka.
Baca Juga : Polres HSS Bersama Bapanas Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Los Batu Kandangan
Momentum ini menegaskan bahwa Musda MUI bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan langkah nyata bagi kemaslahatan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, MUI Kalsel menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi pengawal moral sekaligus motor penggerak pembangunan berkelanjutan di daerah.












