Nusawarta.id, Banjarmasin – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemkab HSS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang pelayanan publik. Dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Publik se-Kalimantan Selatan tahun 2025 yang digelar di Gedung Mahligai Banjarmasin, Kamis (17/4/2025), Pemkab HSS meraih empat penghargaan prestisius yang menegaskan komitmen sebagai penyelenggara layanan yang akuntabel, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penghargaan yang diraih antara lain Predikat “AA” untuk Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2024 dengan nilai 91,25, Predikat “A” untuk Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dengan nilai 84,7, Penghargaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kategori Prima, serta Indeks BerAKHLAK Tertinggi III (Kategori Sehat). Deretan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri PAN-RB Komjen (Purn) Purwadi Arianto bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman kepada Bupati HSS, Syafrudin Noor.
Bupati HSS Syafrudin Noor menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut, yang menurutnya merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh jajaran serta kesinambungan kepemimpinan di Kabupaten HSS. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi cerminan komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan dan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini merupakan anugerah yang sangat membanggakan. HSS menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan yang meraih predikat A untuk SAKIP dan AA untuk Indeks Reformasi Birokrasi. Ini adalah semangat baru bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu layanan,” ujar Syafrudin Noor.
Bupati juga menyebutkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi pelayanan, seperti program homecare dan layanan antar jemput pasien RSUD Hasan Basry Kandangan. Selain itu, Pemkab HSS juga menggulirkan program sertifikat tanah gratis melalui PTSL serta kuliah gratis bagi putra-putri daerah sebagai bagian dari visi “Bumi Rakat Mufakat” yang inklusif dan berkeadilan.
“Pemerintah bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi harus benar-benar mendengar, merasakan, dan mencintai warganya. Penghargaan ini akan kami jadikan batu loncatan untuk melayani dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih manusiawi,” tutup Bupati Syafrudin. (Syairi/Red)












