Menjelang HAKORDIA, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu Tekankan Pengawasan Nyata dan Integritas Pejabat Publik

  • Bagikan
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Tanah Bumbu – Menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang diperingati setiap 9 Desember, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas di setiap lini pemerintahan. Pesan tersebut ia sampaikan di kediamannya di Batulicin, sebagai refleksi atas komitmen pencegahan korupsi yang menurutnya harus terus diperkuat.

Abdul Rahim menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan tak boleh berhenti pada tataran formalitas. Ia menilai praktik pengawasan harus diwujudkan secara nyata, konsisten, dan berkesinambungan agar efektif mencegah potensi penyimpangan.

“Korupsi adalah musuh bersama. Jika pembangunan ingin benar-benar dirasakan masyarakat, maka pengawasan harus diperkuat tanpa kompromi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korupsi bukan sekadar menimbulkan kerugian finansial bagi negara. Dampak terburuknya adalah rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, HAKORDIA menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen seluruh penyelenggara negara dalam menjaga integritas.

Baca Juga : Komisi II DPRD Tanah Bumbu Gelar Konsultasi dengan Dinas Pertanian Kalsel, Optimalkan Program dan Anggaran Pertanian 2026

“Korupsi meruntuhkan kepercayaan publik. HAKORDIA harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga integritas,” tegasnya.

Lebih jauh, Rahim menyebut keteladanan pejabat publik merupakan faktor kunci dalam membangun budaya antikorupsi. Ia menegaskan bahwa para pemimpin harus mampu menjadi contoh dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Integritas bukan sekadar slogan. Pemerintahan adalah amanah rakyat. Setiap rupiah anggaran harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Jauhkan gratifikasi dan kolusi,” katanya.

Sebagai Ketua Badan Kehormatan, Abdul Rahim memastikan bahwa pengawasan etika di internal DPRD Tanah Bumbu juga terus diperkuat. Ia menegaskan BK memiliki peran strategis dalam menjaga marwah lembaga legislatif, termasuk melalui tindakan tegas terhadap pelanggaran perilaku.

Baca Juga  Komisi III DPRD Tanah Bumbu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Kunjungan ke BPBD Kalsel

“BK akan memperketat pengawasan terhadap etika dan perilaku anggota. Kami menjaga marwah DPRD. Tidak boleh ada celah penyalahgunaan kewenangan,” jelasnya.

Baca Juga : Ratusan Warga Simpang Empat Antusias Ikuti Reses Ketua DPRD Tanah Bumbu

Menutup penyampaiannya, Abdul Rahim mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memaknai HAKORDIA dengan cara yang konstruktif. Ia mengingatkan agar peringatan tersebut tidak dijadikan ajang saling mencurigai, melainkan momentum membangun lingkungan kerja yang bersih dan bertanggung jawab.

“Mari menyambut HAKORDIA dengan hati yang jernih. Jangan saling curiga tanpa dasar. Bangun lingkungan kerja yang jujur dan bertanggung jawab. Ini bukan soal mencari kesalahan, tetapi menjaga kebaikan bersama,” tuturnya.

Abdul Rahim kembali menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam membangun Tanah Bumbu. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh budaya bersih yang dijalankan oleh para pemangku kepentingan.

“Budaya bersih di Tanah Bumbu harus ditegakkan. Integritas kita hari ini adalah masa depan daerah,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *