Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun SDM Lewat Investasi Besar di Sektor Pendidikan

  • Bagikan
Tangkapan Layar Youtube Setpres. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam membangun masa depan bangsa melalui investasi besar-besaran di sektor pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku ekonomi global, dan pemangku kepentingan strategis itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama bagi kemajuan dan keberhasilan sebuah negara.

“Pembangunan manusia, pembangunan sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan berhasil. Tidak ada negara yang bisa berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf atau tidak mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah konkret melalui program digitalisasi pendidikan nasional. Pada tahun lalu, pemerintah telah merenovasi sebanyak 16.140 sekolah di berbagai daerah serta melengkapi 288.000 sekolah dengan panel interaktif layar datar berukuran 75 inci.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Komitmen Perluas Sekolah Berasrama Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan

Upaya tersebut akan terus diperluas. Presiden menyampaikan bahwa pada tahun depan pemerintah menargetkan penambahan satu juta panel pintar interaktif dengan sasaran tiga hingga empat panel untuk setiap sekolah.

“Dalam tiga tahun, kami ingin semua sekolah di Indonesia memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel digital interaktif,” jelasnya.

Menurut Presiden, investasi besar-besaran ini bagian dari digitalisasi pendidikan untuk membuka konektivitas lintas wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Ia mencontohkan, pemerintah pusat kini dapat memantau langsung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, termasuk di daerah terpencil. Presiden juga menyoroti tingginya antusiasme guru, siswa, dan masyarakat terhadap program tersebut.

Baca Juga  Pajak Ganda Hantui Wong Cilik, DPR Desak Reformasi Total Sistem Perpajakan

“Banyak warga desa yang terharu karena untuk pertama kalinya mereka merasa dilihat dan dibantu oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan merupakan strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang telah berlangsung turun-temurun. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi 60.000 sekolah tambahan serta pembangunan 500 sekolah terpadu modern.

Baca Juga : Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris Hasilkan Kesepakatan Strategis dan Dampak Positif bagi Indonesia

Dari jumlah tersebut, sebanyak 166 sekolah asrama telah selesai dibangun dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga termiskin. Presiden menekankan bahwa konsep sekolah asrama ini dirancang untuk memberi kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa.

“Biasanya sekolah asrama hanya untuk anak orang kaya. Saya justru membangunnya untuk mereka yang sangat miskin agar bisa memutus lingkaran kemiskinan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga membangun 500 pusat keunggulan (center of excellence), membuka 20 sekolah asrama baru bagi siswa berprestasi, serta merencanakan pembangunan 10 universitas baru.

Saat ini, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas ternama di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara guna membentuk perguruan tinggi berstandar internasional di dalam negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *