Nusawarta.id, Jakarta – Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Dengan dukungan pemerintah, stok beras nasional saat ini dinilai berada pada level yang kuat dan terkendali sehingga mampu menjadi penopang utama dalam menghadapi tekanan iklim maupun dinamika global.
Berdasarkan data terkini, ketersediaan beras nasional tercatat mencapai sekitar 4,6 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 11 bulan ke depan, sehingga memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah dalam mengantisipasi potensi gangguan produksi pangan akibat cuaca ekstrem.
Penguatan stok beras tersebut tidak terlepas dari upaya penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dilakukan oleh Perum BULOG. Melalui langkah tersebut, perusahaan memastikan pasokan beras tetap tersedia dan terdistribusi secara merata hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa meskipun ancaman El Nino diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, kondisi cadangan beras nasional masih berada dalam posisi yang aman.
Baca Juga : Bulog Perkuat Stabilitas Pangan Nasional Menyongsong 2026
“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan, jadi Insya Allah pangan kita aman,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, tingginya capaian stok beras saat ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, BULOG, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Salah satu faktor utama adalah optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani domestik yang terus dilakukan untuk memperkuat cadangan nasional.
Menurut Ahmad Rizal, keberhasilan menjaga stok beras dalam jumlah besar juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Dengan cadangan yang memadai, stabilitas pasokan dan harga di pasar dapat lebih mudah dikendalikan.
“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” katanya.
Ke depan, Perum BULOG bersama pemerintah akan terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan hasil panen dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan nasional. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang stabil.
Selain itu, BULOG juga akan meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun menghadapi tekanan iklim ekstrem.












