Nusawarta.id, Kandangan – Tragedi menimpa warga Desa Amparaya, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Samsuni (63), seorang warga lanjut usia, ditemukan meninggal dunia di sungai setelah dilaporkan hilang selama dua hari. Penemuan jenazah korban terjadi pada Rabu (15/1/2025) sekitar pukul 09.50 WITA.
Korban, yang berdomisili di Jalan Halaban, dilaporkan hilang pada Senin malam (13/1/2025) oleh istrinya yang tidak mendapati keberadaannya di rumah. Upaya pencarian dimulai setelah warga menemukan sandal milik Samsuni di area karukan desa, yang diyakini sebagai lokasi terakhir korban terlihat.
Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten HSS, Muhammad Mukhlis, menjelaskan bahwa jenazah ditemukan tidak jauh dari lokasi tersebut. “Korban ditemukan sekitar 60 meter dari titik lokasi sandal yang pertama kali ditemukan,” ungkapnya.
Samsuni diketahui memiliki riwayat pikun dan kerap berjalan-jalan di sekitar desa. Sekretaris Desa Amparaya, Rahmat, menuturkan bahwa korban tinggal bersama istri dan anaknya. “Samsuni sebelumnya pernah tersesat, sehingga keluarganya menjadi lebih waspada. Namun, kejadian ini di luar dugaan kami semua,” ujar Rahmat.
Proses pencarian melibatkan warga, relawan, serta aparat TNI dan kepolisian. Setelah dua hari penuh pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah di sungai. Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Duka mendalam dirasakan keluarga atas kepergian Samsuni. Salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kehilangan, “Kami sangat sedih atas kejadian ini. Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi semua agar lebih waspada.”
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya di sekitar sungai, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Peningkatan pengawasan dan kewaspadaan diharapkan dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang. (Syairi/Red)












