Nusawarta.id, Kandangan – Pembangunan jembatan beton di Desa Halunuk, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), yang dinantikan masyarakat sejak 2021, hingga kini belum rampung. Proyek vital ini terhenti setelah dana sebesar Rp1,123 miliar digunakan untuk membangun pondasi, namun pekerjaan tidak dilanjutkan akibat pengalihan anggaran.
Menurut Kepala Desa Halunuk, Mahmudin (Amud), proyek tersebut sebelumnya telah dianggarkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten dengan nilai Rp5,5 miliar pada 2024. “Kami kecewa karena hingga akhir 2024 belum ada tindakan nyata. Padahal, jembatan ini sangat penting bagi warga untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta kebutuhan mendesak lainnya,” tegasnya.

Pembangunan jembatan tersebut bukan hanya soal akses ekonomi, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Tanpa jembatan beton, warga harus menggunakan jembatan gantung yang tidak memadai untuk kendaraan roda empat. Jika ada warga sakit, pasien harus digotong melintasi medan sulit.
Syamsudin S.H., Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan Desa Halunuk, menggambarkan kondisi pondasi yang mangkrak itu sebagai “angker.” “Pondasi ini sekarang ditumbuhi lumut dan rumput liar, mencerminkan ketidakpedulian terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Warga setempat, Muhammad Said (Kayi Ancau), juga menyoroti potensi ekonomi yang tertahan akibat lambannya pembangunan. “Batu kali di sini melimpah, tapi sulit diangkut karena akses buruk. Begitu juga potensi pariwisata desa kami yang seharusnya bisa berkembang,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan janji melanjutkan pembangunan jembatan ini. Dengan akses yang memadai, mereka optimis kesejahteraan dan perekonomian desa akan meningkat, mengakhiri penantian panjang mereka. (Syairi/Red)












