Nusawarta.id, Jakarta – Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Sabtu (4/10) memunculkan berbagai spekulasi politik. Pertemuan selama dua jam itu dianggap lebih dari sekadar silaturahmi.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai pertemuan itu kemungkinan membahas isu-isu sensitif yang tengah hangat, seperti polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan kunjungan Abu Bakar Ba’asyir ke rumah Jokowi.
“Melihat rangkaian peristiwanya — dari demo besar akhir Agustus, reshuffle kabinet, hingga pernyataan Jokowi soal dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran — rasanya ini bukan pertemuan biasa,” ujar Hensa, Senin (6/10).
Baca Juga Presiden Prabowo Bertemu Jokowi di Kertanegara, Bahas Isu Kebangsaan Selama Dua Jam
Ia juga menyoroti langkah Prabowo yang langsung memanggil dua menteri usai pertemuan, yakni Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Mendikti Brian Yuliarto. Menurutnya, hal ini bisa berkaitan langsung dengan isu keamanan dan keabsahan akademik.
“Timing-nya menarik. Bisa jadi dua isu besar itu yang dibahas,” katanya.
Hensa menduga, pembicaraan juga mencakup soal dukungan Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode ke depan.
“Dua jam memang tidak lama, tapi cukup kalau sambil makan. Saya yakin dukungan itu disampaikan di sana,” tuturnya.
Baca Juga Presiden Prabowo Akan Lantik Komite Reformasi Polri Pekan Depan
Pertemuan dua tokoh ini terus menjadi sorotan di tengah meningkatnya dinamika politik dan desakan publik terhadap transparansi pemerintah. (Fikri/Red)












