Presiden Prabowo Minta Swasembada Pangan Dipercepat, Amran Sulaiman Targetkan Tercapai dalam Satu Tahun

  • Bagikan
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) memberi keterangan kepada awak media seusai serah terima jabatan Kepala Bapanas di Jakarta, Senin (13/12/2025). Foto.Nusawarta.id/

Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan swasembada pangan disertai peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai serah terima jabatan dari Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin (14/10).

“(Tugas khusus dari Presiden Prabowo) swasembada secepat-cepatnya, menguntungkan petani, konsumen tersenyum,” kata Amran.

Menurutnya, Presiden menargetkan swasembada pangan, khususnya beras, bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Padahal sebelumnya, target tersebut diproyeksikan tercapai dalam empat tahun.

“Doakan mudah-mudahan tidak ada halangan tiga bulan ke depan. Target Bapak Presiden empat tahun swasembada itu kita capai dalam waktu satu tahun. Ini adalah lompatan besar yang kita buat bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Kemendagri Perkenalkan Program SIGROW untuk Pemantauan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Amran menyebut percepatan ini dimungkinkan berkat sinergi lintas sektor, termasuk Kementerian Pertanian, TNI/Polri, Kejaksaan, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional.

“Bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi semua anak bangsa yang ikut berpartisipasi,” tegasnya.

Selain fokus pada produksi, Amran menyoroti pentingnya stabilitas harga bahan pangan strategis. Pemerintah, katanya, harus memantau harga secara real time agar setiap fluktuasi di pasar bisa segera direspons dengan kebijakan yang tepat.

Pemerintah juga akan terus menjaga keseimbangan harga lewat intervensi. Petani akan dilindungi melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sementara konsumen dijaga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ke depan, Bapanas akan memfokuskan kebijakan pada penguatan komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gula putih, dengan pembenahan menyeluruh dari hulu ke hilir agar pasokan dan harga tetap stabil.

Baca Juga : Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Evaluasi Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Sektor perkebunan dan hortikultura pun tak luput dari perhatian. Pemerintah akan mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, salah satunya pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng guna memperkuat pasokan dalam negeri.

Baca Juga  Komisi X DPR Usul Penerapan Bertahap Rencana Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa Indonesia juga sedang mengembangkan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Saat ini, Indonesia telah menerapkan campuran biodiesel B40, dan menargetkan B50 pada 2026.

“Kita insyaallah tahun depan, 2026, B50. Sekarang B40,” ujar Amran.

Sebagai informasi, B40 merupakan campuran 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *