Nusawarta.id, Paringin – Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menegaskan komitmennya untuk berada di garis terdepan dalam mengawal instruksi Bupati Balangan H. Abdul Hadi terkait upaya pencegahan penyebaran paham LGBT di wilayah Kabupaten Balangan atau yang dikenal sebagai Bumi Sanggam.
Fauzi menyatakan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai urusan administratif atau birokrasi pemerintahan. Menurutnya, isu tersebut menyentuh aspek yang lebih mendasar, yakni tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai agama serta keluhuran adat Banua yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Ini bukan hanya soal kebijakan pemerintahan, tetapi soal tanggung jawab moral kita bersama dalam menjaga nilai agama dan adat yang menjadi identitas orang Banua,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah daerah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan generasi muda Balangan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai kodrat, etika, serta norma sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Baca Juga : MPP Kabupaten Balangan Resmi Dibuka, Hadirkan 123 Layanan Terpadu
Menurut Fauzi, masyarakat Balangan sejak dahulu dikenal memegang teguh prinsip bahwa adat dan agama merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk karakter, kehormatan keluarga, serta martabat daerah.
“Bagi masyarakat Balangan, adat dan agama adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Identitas orang Banua adalah identitas yang menjunjung tinggi etika, kehormatan keluarga, dan martabat daerah,” kata Fauzi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Balangan merupakan daerah yang religius dan berpegang pada prinsip adat bersendikan syariat agama. Oleh karena itu, Fauzi mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada terhadap perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai budaya dan keagamaan setempat.
“Balangan adalah tanah yang religius. Perilaku yang menyimpang bukan hanya asing bagi budaya kita, tetapi juga bertentangan dengan muruah atau martabat Banua. Menjaga anak-anak dari pengaruh paham yang tidak sejalan dengan nilai kita adalah bagian dari menjaga kehormatan leluhur,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut atas instruksi Bupati Balangan, Fauzi memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang. Ia meminta seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, untuk turut berperan aktif sebagai pengawas sosial demi melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Tidak hanya kepada jajaran pemerintah, Wabup Balangan juga mengimbau para orang tua agar kembali menghidupkan nilai-nilai keluarga melalui kebiasaan berkumpul bersama dan mengaji di rumah. Menurutnya, keluarga merupakan benteng utama dalam pembentukan karakter anak.
Baca Juga : FKP Balangan Paparkan Ide Usaha Kreatif dalam Ekraf Competition 2025
“Jangan biarkan anak-anak lebih dekat dengan pengaruh dunia maya daripada dengan orang tuanya sendiri. Mari kita kuatkan pondasi akidah mereka. Jika nilai agama tertanam kuat, maka pengaruh negatif apa pun tidak mudah masuk,” tambahnya, Kamis (25/12/2025).
Fauzi memastikan Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus hadir melalui pendampingan serta pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan instruksi tersebut. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berkompromi terhadap hal-hal yang dinilai berpotensi merusak mental dan masa depan generasi muda Balangan.
“Kami tidak akan berkompromi terhadap hal-hal yang berpotensi merusak mental dan masa depan generasi muda Balangan. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga Balangan tetap kondusif, religius, dan bermartabat,” pungkasnya.












