Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

  • Bagikan
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (tengah). (Foto: Polri/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo mendorong percepatan penanganan bencana di sejumlah wilayah di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan alat berat serta pembangunan fasilitas air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Dedi menyampaikan bahwa langkah percepatan ini diambil berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolda Aceh, Kapolda Sumut, dan Kapolda Sumbar. Dari hasil laporan tersebut, diketahui bahwa penanganan di lapangan membutuhkan dukungan alat berat dalam jumlah yang memadai.

“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” ujar Dedi.

Untuk wilayah Aceh, Dedi menjelaskan bahwa Polri telah menyiapkan data kebutuhan lapangan dan terus melakukan pembaruan secara berkala. Di wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan. Alat berat tersebut terdiri atas ekskavator, buldoser, dan dump truck yang digunakan untuk membuka akses, membersihkan material bencana, serta mendukung proses pemulihan.

Baca Juga : Komdigi Perkuat Komunikasi Bencana: 145 BTS Dipulihkan, 32 Starlink Diterjunkan ke Titik Isolasi Di Sumatra Barat

“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” katanya.

Selain itu, di wilayah Aceh Tamiang juga disiapkan tambahan lima unit alat berat yang akan diperbantukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara di Sumatera Utara, pengerahan alat berat dilakukan dalam skala yang lebih besar. Dedi menyebutkan bahwa berdasarkan data terakhir, sebanyak 21 unit alat berat telah dioperasionalkan di beberapa titik terdampak bencana.

Baca Juga  Mahkamah Konstitusi Tertibkan Polri: Polisi Aktif Dilarang Duduki Jabatan Sipil

“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik, data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada pengerahan alat berat, Polri juga memberikan perhatian khusus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih. Dedi mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 300 titik fasilitas air bersih yang perlu segera dibangun di wilayah terdampak bencana.

“Saat ini sudah lebih dari 100 yang sudah operasional. Ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” kata Dedi.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Polri akan meresmikan sejumlah fasilitas air bersih di beberapa daerah, antara lain Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta wilayah Sumatera Barat seperti Agam dan Padang Panjang.

Baca Juga : Kemendagri Turunkan Inspektorat Awasi Kepala Daerah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Menurut Dedi, langkah-langkah tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung percepatan Penanganan pemulihan pascabencana. Dengan sinergi lintas pihak dan dukungan sarana prasarana yang memadai, Polri berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *