Nusawarta.id, Jakarta – Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Jupiter, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkaji secara komprehensif wacana perluasan layanan transportasi publik dari Blok M, Jakarta Selatan, hingga Bandung, Jawa Barat.
Menurut Jupiter, rencana tersebut berpotensi memperkuat konektivitas antarkota dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, realisasinya harus mempertimbangkan aspek regulasi, kesiapan armada, hingga keselamatan penumpang.
“Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan pilihan rute baru, tetapi tidak memperoleh pelayanan yang optimal. Karena itu, perencanaan harus dilakukan secara komprehensif, dengan memperhatikan kebutuhan penumpang, kesiapan armada, ketersediaan fasilitas pendukung, serta koordinasi antarpemerintah daerah,” ujar Jupiter, Minggu (25/10/2026).
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menilai, layanan transportasi yang melintasi batas provinsi memerlukan koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kejelasan izin trayek, mekanisme operasional, serta pemenuhan ketentuan keselamatan dan kelayakan kendaraan.
Baca Juga : Operasi Patuh Jaya 2026, Polda Metro Jaya Kerahkan 2.938 Personel Gabungan
Meski demikian, Jupiter menyatakan dukungannya terhadap inovasi transportasi publik yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Ia menilai konektivitas Jakarta-Bandung berpotensi membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, serta perdagangan.
“Pada prinsipnya, kami mendukung setiap terobosan Pemprov DKI yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Konektivitas yang semakin baik antara Jakarta dan Bandung berpotensi memberikan kemudahan bagi masyarakat serta membuka peluang pertumbuhan bagi sektor perdagangan dan pariwisata,” katanya.
Wacana rute Blok M-Bandung mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyinggung kemungkinan perluasan jangkauan transportasi publik saat membuka The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Pramono menyoroti popularitas Blok M sebagai pusat aktivitas anak muda dan ekonomi kreatif yang didukung konektivitas MRT serta Transjakarta. Kawasan itu bahkan mendapat julukan “Negara Blok M” di tengah masyarakat.
Baca Juga : Kemendikdasmen Siapkan Jadwal Khusus TKA bagi Murid Terdampak Karhutla
Pemprov DKI mencatat jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta meningkat 10,8 persen hingga September 2026. Sementara itu, rute Transjabodetabek Blok M-Bogor melayani hampir 10.000 penumpang per hari, jauh melampaui target awal sebanyak 2.000 pengguna.
Kendati demikian, wacana rute Blok M-Bandung tersebut masih sebatas gagasan dan belum menjadi pengumuman resmi pembukaan trayek baru.
Jupiter berharap, jika direalisasikan, layanan tersebut memiliki daya saing dari sisi tarif, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan dibandingkan moda transportasi Jakarta-Bandung yang telah tersedia.
Ia juga meminta Pemprov DKI membuka hasil kajian secara transparan agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai skema operasional, durasi perjalanan, dan tarif layanan.
“Yang terpenting, setiap kebijakan transportasi harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Kami mendukung Pemprov DKI untuk terus berinovasi, melakukan kajian secara transparan, dan memastikan setiap program memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tutupnya.













Respon (1)