NasDem Soroti Kesehatan Mental Ibu, 57 Persen Alami Gejala Baby Blues

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. (Dok. Partai NasDem/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyoroti pentingnya kesehatan mental ibu dalam membangun keluarga yang kuat dan mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, kesehatan mental ibu bukan semata-mata tanggung jawab perempuan, melainkan membutuhkan dukungan keluarga, suami, dan lingkungan sekitar.

Amelia mengatakan, kondisi mental ibu turut memengaruhi ketahanan keluarga, sehingga perhatian dan dukungan perlu diberikan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.

“Perempuan perlu didengar dan dibantu untuk keluar dari mitos supermom, seolah-olah seorang ibu harus selalu sempurna. Kesehatan mental ibu menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Amelia yang juga Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Sabtu (24/10/2026).

Ia menilai, anggapan bahwa ibu harus mampu menjalankan seluruh peran secara sempurna dapat menjadi beban tersendiri. Karena itu, dukungan emosional dan pembagian tanggung jawab pengasuhan menjadi hal penting dalam menjaga kesejahteraan ibu.

Baca Juga : Jelang Nataru, Pemerintah Perkuat Pasokan Pangan Antisipasi Lonjakan Harga Cabai

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang disampaikan dalam rilis tersebut, sekitar 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues. Sementara itu, 15–24 persen di antaranya disebut berlanjut menjadi depresi pascamelahirkan.

Persoalan tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih luas, termasuk melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental perempuan.

Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Sherlita Nabilah, menekankan pentingnya keterlibatan orang-orang terdekat dalam mendampingi ibu, terutama selama masa pengasuhan anak.

“Salah satu tantangan yang dihadapi ibu adalah anggapan bahwa seluruh tanggung jawab pengasuhan harus ditanggung sendiri,” ucapnya.

Baca Juga : DPR Dorong Bea Cukai dan Polda Metro Bongkar Bandar Obat Ilegal

Menurut Sherlita, edukasi juga diperlukan agar masyarakat mampu membedakan kepercayaan yang berkembang secara turun-temurun dengan informasi yang sesuai fakta medis.

Baca Juga  Menekraf: Waisak 2570 BE Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Kreatif dan Diplomasi Budaya

Melalui program Ruang Teduh Ibu, Partai NasDem berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental perempuan semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli, suportif, dan tidak memberikan beban berlebihan kepada ibu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *