Nusawarta.id, Batulicin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu mendorong pelestarian tradisi lisan Banjar melalui Workshop Bapandung yang digelar di Gedung Aksi Merah Putih, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang dibuka Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, tersebut merupakan kolaborasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA se-Tanah Bumbu bersama Yayasan Rumah Pena BerAksi dalam rangka memperingati Bulan Bahasa.
Pembukaan workshop diawali dengan tarian tradisional Banjar Baksa Kambang oleh LM Project. Selanjutnya, Yulia secara simbolis memukul gong sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Dalam sambutannya, Yulia mengapresiasi kolaborasi para pendidik dan komunitas literasi yang menghadirkan ruang pembelajaran untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperkuat literasi budaya di lingkungan sekolah.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Lantik 42 Anggota BPD, Tekankan Pengawasan dan Aspirasi Warga
“Workshop ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan seni, budaya, dan wawasan, khususnya untuk memperkuat kapasitas serta literasi di lingkungan sekolah agar generasi muda tetap mengenal akar budaya lokalnya,” ujar Yulia.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA se-Tanah Bumbu, Arif Rachman, mengatakan workshop ini diinisiasi untuk memberikan kesempatan kepada para guru mempelajari tradisi lisan daerah agar dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Rumah Pena BerAksi, Puja Mandela, berharap kegiatan kolaboratif tersebut dapat menjadi ruang bagi pendidik dan generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan tradisi Bapandung.
“Kami ingin memastikan ruang-ruang kreatif seperti ini terus ada, sehingga para guru dan generasi muda memiliki wadah untuk merawat tradisi,” ungkapnya.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Dukung Penguatan Bela Negara, Puluhan ASN Ikuti Pelatihan Komcad
Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan pelaku seni peran asal Barabai, Riza Atmoerakata, sebagai pemateri.
Peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi penampilan, latihan dasar, hingga praktik langsung.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengembangkan Bapandung sebagai salah satu warisan budaya Banjar sekaligus memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.












