Nusawarta.id, Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah. Salah satunya melalui peluncuran inovasi AKSI TEGAS (Akurasi Eviden Integrasi Geospasial dengan Mitra Strategis) yang digagas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Peluncuran tersebut dikemas melalui kegiatan Sosialisasi Program, Demonstrasi Fitur GIS 3D, dan Soft Launching AKSI TEGAS di Gedung Sekretariat PKK Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (4/11/2026).
Inovasi ini bertujuan meningkatkan akurasi data pendapatan daerah berbasis spasial, memperkuat integrasi antarinstansi, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi perpajakan daerah secara digital.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bapenda Tanah Bumbu, Wiwit Eka Dewi, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam memperoleh informasi terkait pajak dan retribusi daerah.
Ia menilai AKSI TEGAS merupakan langkah strategis Bapenda dalam menghadirkan sistem informasi perpajakan yang lebih mudah diakses, akurat, dan transparan.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Lantik 42 Anggota BPD, Tekankan Pengawasan dan Aspirasi Warga
Bupati juga menekankan tiga aspek penting dalam keberhasilan inovasi tersebut, yakni komitmen memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, kolaborasi dengan mitra strategis untuk menjamin kelengkapan dan keakuratan data, serta keberlanjutan pengembangan sistem.
Melalui AKSI TEGAS, Bapenda mengintegrasikan data pendapatan daerah dengan teknologi Geographic Information System (GIS) 3D. Teknologi ini memungkinkan penyajian informasi berbasis lokasi sehingga validitas data dapat ditingkatkan dan pemantauan potensi pendapatan daerah dilakukan secara lebih terintegrasi.
Selain sosialisasi dan demonstrasi fitur GIS 3D, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi serta menyelaraskan data dengan seluruh perangkat daerah penghasil pajak dan retribusi.
Untuk mendukung penerapannya, Bapenda turut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penginputan data dukung pada aplikasi berbasis GIS. Kegiatan ini diikuti pejabat dan staf teknis yang menangani pengelolaan data pendapatan dan retribusi di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Penyelarasan data spasial dan dokumen pendukung dari seluruh SKPD menjadi bagian penting agar informasi yang tersaji dalam sistem memiliki tingkat akurasi dan validitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Lantik 42 Anggota BPD, Tekankan Pengawasan dan Aspirasi Warga
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D) Tanah Bumbu, Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, serta anggota TAP2D Dr. Muhammad Arif. Hadir pula Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Tanah Bumbu, perwakilan Jasa Raharja, UPPD Samsat Batulicin, PPAT, Kepala Bank Kalsel Cabang Batulicin, kepala SKPD, camat se-Tanah Bumbu, serta sejumlah mitra strategis.
Melalui inovasi AKSI TEGAS, Pemkab Tanah Bumbu berharap pengelolaan pendapatan daerah semakin efektif dengan dukungan data yang akurat, terintegrasi, dan berbasis spasial.
Selain meningkatkan potensi pendapatan daerah, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat literasi perpajakan, mendorong sinergi antarinstansi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan informasi dan pelayanan digital.












