Nusawarta.id, Balangan – Sebanyak 20 santri asal Kabupaten Balangan diberangkatkan ke Hadramaut, Yaman, melalui program Bantuan Pendidikan Santri Luar Negeri. Program tersebut menjadi upaya mendorong generasi muda Balangan memperdalam ilmu agama sekaligus mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi bagi masyarakat setelah kembali ke daerah.
Para santri dilepas langsung Bupati Balangan Abdul Hadi di Kediaman Rumah Bupati Balangan, Kecamatan Paringin, Jumat (11/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hadi berpesan agar para santri memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu di Hadramaut dengan sebaik-baiknya. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama belajar di Yaman nantinya dapat dibagikan kepada masyarakat Balangan.
Baca Juga : BPBD Balangan Aktifkan Call Center Kedaruratan 24 Jam via WhatsApp
“Bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat. Setelah pulang dari Hadramaut, Yaman, ilmunya dibagikan kepada masyarakat kita di Balangan. Ini terus mengalir, menjadi amal jariah,” kata Abdul Hadi.
Sebelum diberangkatkan, para santri telah menjalani karantina dan pembekalan bahasa Arab. Mereka juga dibekali sekitar 1.000 kosakata bahasa Arab sebagai persiapan untuk menunjang komunikasi sehari-hari selama berada di Tarim.
Pembekalan tersebut diharapkan membantu para santri beradaptasi dengan lingkungan dan aktivitas pendidikan selama menempuh studi di Hadramaut.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Santri Hadramaut (ASHAD) Balangan, Ustaz Rahmat Jayatullah, menjelaskan rombongan akan menempuh perjalanan menuju Yaman melalui sejumlah kota dan negara.
Rombongan terlebih dahulu berangkat dari Banjarmasin menuju Jakarta. Dari Jakarta, perjalanan dilanjutkan ke Jeddah, Madinah, dan Mekah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Yaman.
Rahmat mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sebelum keberangkatan, baik dari sisi pembekalan maupun kebutuhan perjalanan para santri.
“Segala hal yang sudah kita siapkan, semaksimal mungkin sudah kita persiapkan. Mudah-mudahan Allah meridai dan mentakdirkan kita untuk sampai di sana,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan bagi santri Balangan memperoleh pendidikan keagamaan di luar negeri, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang memiliki bekal keilmuan untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kehidupan sosial keagamaan di daerah.













Respon (1)