Nusawarta.id, Kandangan – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Syafrudin Noor menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Bupati HSS yang dibacakan Wakil Bupati HSS H. Suriani pada Orientasi dan Pengukuhan Dewan Hakim MTQ ke-52 Tingkat Kabupaten HSS Tahun 2026, di Aula Kantor Kecamatan Kandangan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda HSS, Camat Daha Barat, serta seluruh Dewan Hakim yang dikukuhkan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan MTQ ke-52.
Baca Juga : Wabup HSS Dorong Peta Potensi Investasi Jadi Magnet Investor
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) HSS dan seluruh pihak yang telah berkontribusi mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, MTQ merupakan tradisi baik yang harus terus dijaga dan dikembangkan untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
“Harapan kita tentu lebih besar daripada sekadar suksesnya sebuah perlombaan. Kita ingin Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, dibaca oleh anak-anak kita, dipelajari oleh generasi muda, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan Bupati.
Selain menekankan pembinaan Al-Qur’an, Syafrudin juga mengingatkan pentingnya peran Dewan Hakim dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan MTQ. Para hakim diminta menjalankan tugas secara bertanggung jawab, berpedoman pada ketentuan yang berlaku, serta menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan profesionalitas.
Ia menilai, setiap peserta telah melalui proses belajar, latihan, bimbingan, dan pengorbanan untuk tampil dalam musabaqah. Karena itu, penilaian harus dilakukan secara cermat dan adil agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Pemerintah Kabupaten HSS berharap MTQ tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman, motivasi, dan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan.
Baca Juga : Bupati HSS Hadiri Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Cabang Kandangan
Pembinaan generasi Qurani, lanjutnya, juga harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah MTQ berakhir. Upaya tersebut perlu diperkuat melalui keluarga, sekolah, pondok pesantren, rumah tahfiz, serta berbagai lembaga keagamaan di tengah masyarakat.
Bupati turut mendorong LPTQ bersama para pembina dan pihak terkait untuk memperkuat pola pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kita ingin Kabupaten Hulu Sungai Selatan terus melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,” harapnya.
Melalui orientasi dan pengukuhan Dewan Hakim MTQ ke-52 ini, Pemkab HSS berharap pelaksanaan musabaqah berjalan lancar dan menjunjung tinggi keadilan. Lebih dari itu, MTQ diharapkan mampu memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta membina generasi Qurani yang berilmu dan berakhlak.













Respon (1)