Nusawarta.id, Jakarta – Konsolidasi politik di tingkat elite dinilai menjadi salah satu kekuatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan agenda nasional selama dua tahun terakhir.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan konsolidasi tersebut merupakan hasil strategi politik Prabowo untuk memperkuat dukungan dan menjaga stabilitas pemerintahan.
Hal itu disampaikan Arya dalam diskusi dan refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
“Di level elite terjadi konsolidasi. Konsolidasi elite menjadi salah satu hasil dari strategi politik yang ditempuh Prabowo,” kata Arya.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Dorong Digitalisasi Layanan dan Pendataan Agen Perlinsos
Menurut dia, penguatan pemerintahan juga terlihat dari besarnya kendali eksekutif dalam pengelolaan anggaran, pelaksanaan program nasional, serta distribusi sumber daya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah pusat untuk mengarahkan agenda pembangunan, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Meski demikian, Arya mengingatkan stabilitas politik di tingkat elite harus diimbangi dengan peningkatan kinerja pemerintahan dan kepercayaan masyarakat. Konsolidasi politik tidak cukup jika manfaat kebijakan belum dirasakan langsung oleh publik.
Ia menjelaskan, kepuasan masyarakat dipengaruhi kesesuaian antara harapan publik dan realisasi kebijakan, kinerja pemerintah, serta tingkat kepercayaan terhadap institusi negara.
Karena itu, pemerintah perlu lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat, mengevaluasi pelaksanaan program strategis, dan memastikan kebijakan yang dijalankan sesuai kebutuhan publik.
“Eksekutifnya mendengarkan suara publik,” ujarnya.
Baca Juga : Prabowo Panggil Menteri Bahas Karhutla, Asap Terdeteksi hingga Malaysia dan Singapura
Arya juga menilai kondisi ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga dukungan masyarakat. Perbaikan ekonomi perlu berjalan seiring dengan penguatan komunikasi publik agar masyarakat memahami tujuan, arah, dan hasil yang ingin dicapai melalui program prioritas pemerintah.
Menurut dia, komunikasi yang efektif semakin penting di tengah perkembangan platform digital dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi.
Dengan konsolidasi politik yang telah terbentuk, pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai memiliki modal untuk melanjutkan agenda nasional. Namun, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan stabilitas tersebut menjadi kinerja yang lebih efektif, program yang tepat sasaran, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat.













Respon (2)