Nusawarta.id, Balangan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Balangan mulai melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah titik parkir di pasar tradisional sebagai langkah pembenahan tata kelola parkir di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan sistem perparkiran yang lebih tertib, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Pada tahap awal, monitoring difokuskan di Pasar Paringin dan Pasar Batumandi. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemetaan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan perparkiran, mulai dari kondisi eksisting lahan parkir, kapasitas area yang tersedia, pola pergerakan kendaraan, hingga dampaknya terhadap arus lalu lintas di sekitar pasar.
Evaluasi lapangan dilakukan secara menyeluruh untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi perparkiran yang selama ini menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Hasil pemantauan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi teknis penataan parkir yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Balangan Musa Abdullah melalui Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan, Rizky Rakhman, mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan guna memperoleh data yang akurat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga : Wabup Balangan Ajak Warisi Semangat Juang ALRI Divisi IV Hadapi Tantangan Bangsa
“Segala permasalahan yang kami dapati di lapangan akan menjadi bahan evaluasi. Nantinya, hasil tersebut juga akan digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis penataan parkir,” ujar Rizky, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penataan parkir tidak hanya bertujuan mengoptimalkan penggunaan ruang yang tersedia, tetapi juga menciptakan kawasan pasar yang lebih ramah dan inklusif bagi seluruh pengguna jalan. Dengan pengelolaan parkir yang baik, diharapkan pergerakan kendaraan menjadi lebih tertata sehingga risiko kemacetan maupun gangguan lalu lintas dapat diminimalkan.
Rizky menambahkan, setelah menyelesaikan monitoring di Pasar Paringin dan Pasar Batumandi, Dishub akan melanjutkan kegiatan serupa ke berbagai pasar tradisional lainnya di seluruh kecamatan di Kabupaten Balangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan sistem perparkiran yang terstandarisasi dan memiliki pola pengelolaan yang seragam.
Dalam proses penyusunan penataan parkir, Dishub juga berkomitmen melibatkan berbagai pihak terkait agar hasil yang diperoleh dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola pasar, hingga para pedagang akan diajak berdiskusi dan memberikan masukan terkait rancangan penataan yang akan diterapkan.
“Kami akan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, serta para pedagang. Mereka akan turut berpartisipasi dalam proses penyusunannya sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Baca Juga : Panen Raya Jagung di Balangan Jadi Simbol Penguatan Ketahanan Pangan
Melalui program monitoring dan evaluasi ini, Dishub Balangan berharap dapat segera menghadirkan sistem parkir yang lebih tertib dan terorganisasi. Selain meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja di pasar tradisional, pembenahan tersebut juga diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan pasar serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Dengan tata kelola parkir yang lebih baik, pasar tradisional di Balangan diharapkan semakin nyaman, aman, dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang tertata dengan baik.












