Gubernur Pramono Tegaskan Normalisasi Kali Krukut Harus Jalan: “Banjir Sudah Terlalu Sering Berulang”

  • Bagikan
Potret bangunan di pinggir sungai (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa proyek normalisasi Kali Krukut di Jakarta Selatan harus segera dilaksanakan untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi Kali Krukut yang menyempit dan dipenuhi bangunan liar sudah sangat mendesak untuk dilakukan penataan.

“Ini kan persoalan di Kali Krukut, banjirnya berulang-ulang. Dan sudah waktunya memang harus dieksekusi,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Pramono menuturkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan normalisasi sepanjang 1,3 kilometer pada tahun 2026, mencakup area terdampak seluas 1,52 hektare. Proyek ini akan melibatkan pembebasan 65 bidang tanah di kawasan padat penduduk yang selama ini kerap dilanda banjir setiap musim hujan.

“Dengan normalisasi 1,3 kilometer ini, banjir di wilayah atas seperti Jakarta Selatan bisa berkurang signifikan. Tapi kita juga harus siap dengan antisipasi di wilayah hilir. Karena itu, saya sudah meminta agar pompa di ujung Kali Krukut segera disiapkan,” jelas Pramono.

Baca Juga : Gubernur Pramono Izinkan Belajar Langsung di SMAN 72 Pasca Ledakan

Selain fokus pada pengerjaan fisik, Pramono menegaskan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak. Ia meminta jajarannya memastikan proses komunikasi dan pembebasan lahan berjalan dengan baik serta mengedepankan prinsip keadilan.

“Terkait warga yang terdampak, saya sudah sampaikan, pokoknya ganti sama-sama untung. Artinya, pemerintah dan warga harus sama-sama merasa diuntungkan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (7/11), Pramono meninjau langsung kondisi Kali Krukut di Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru. Dalam kunjungan itu, ia menemukan bahwa banyak bangunan berdiri di atas badan sungai, menyebabkan penyempitan aliran air dan memperparah genangan di kawasan Kemang dan sekitarnya.

Baca Juga  Seskab Teddy Terima Wagub Emil Dardak, Bahas Percepatan Infrastruktur dan Program Strategis di Jatim

Menurut Pramono, normalisasi menjadi langkah mutlak agar fungsi sungai dapat kembali optimal. Pemerintah akan memulai dari tahap penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan sebelum masuk ke proses konstruksi utama.

Baca Juga : APBD DKI Jakarta 2026 Disahkan Rp81,3 Triliun: Pemangkasan DBH Paksa Jakarta Masuk “Survival Mode”

Proyek ini juga akan dilakukan bersamaan dengan normalisasi Kali Mampang, yang bermuara di belakang Museum Satria Mandala. Kedua aliran sungai tersebut menjadi prioritas utama Pemprov DKI dalam rangka memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Jakarta Selatan.

“Kalau kita tidak berani melakukan langkah konkret sekarang, banjir di Jakarta Selatan akan terus jadi langganan tahunan. Saya tidak ingin itu terjadi lagi,” tutup Pramono.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *