Nusawarta.id, Jakarta – Tren harga dua komoditas pangan strategis nasional, yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah mengalami penurunan konsisten. Pada 23 Februari 2026, harga tercatat sebesar Rp77.645 per kilogram, kemudian turun bertahap hingga mencapai Rp70.953 per kilogram pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi koreksi harga sekitar 8,62 persen dalam waktu sepekan.
Penurunan ini mencerminkan membaiknya pasokan serta penguatan pengawasan distribusi pangan di lapangan. Sementara itu, harga daging ayam ras cenderung stabil dengan arah pergerakan menurun. Dari harga Rp41.293 per kilogram pada 23 Februari, turun menjadi Rp40.767 per kilogram pada 1 Maret 2026, atau terkoreksi sekitar 1,27 persen. Pola ini menunjukkan fluktuasi yang terkendali dan stabilitas pasokan yang relatif terjaga.
Baca Juga : Polres HSS Bersama Bapanas Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Los Batu Kandangan
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tren penurunan ini merupakan buah dari penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi. Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Amran, Minggu (1/3/2026).
Hasil pemantauan lapangan melalui sidak di berbagai daerah pada 28 Februari 2026 turut memperkuat tren tersebut. Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun signifikan dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga terkoreksi tajam dari Rp120.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram, bahkan kembali turun ke Rp75.000 per kilogram.
Di Pasar Cikpuan, Riau, harga cabai rawit merah tercatat jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP), yakni Rp40.000 per kilogram. Sementara di Gorontalo, harga terpantau sesuai HAP sebesar Rp57.000 per kilogram. Meski demikian, di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten, harga masih berada di atas HAP, masing-masing di kisaran Rp80.000 dan Rp100.000 per kilogram.
Baca Juga : Mentan Amran Ancam Cabut Izin Produsen dan Importir Nakal Jelang Ramadan
Pemerintah optimistis tren penurunan akan terus berlanjut seiring membaiknya distribusi, meningkatnya pasokan, serta penguatan pengawasan rantai pasok melalui aksi “guyur cabai” yang melibatkan kolaborasi petani champion binaan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi gejolak harga pangan nasional.












