Menko AHY Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Demi Majukan Kesejahteraan Transmigran di NTT

  • Bagikan
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. (Foto: Kemenko/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi. Penegasan itu disampaikan Menko AHY saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, pekan lalu. Pernyataan tersebut dikutip di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY turut menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada para warga transmigran yang telah menempati kawasan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Ia menyoroti lamanya proses penerbitan sertifikat yang baru rampung setelah 25 tahun masyarakat menetap.

“Sejak tahun 2000 masyarakat sudah tinggal di sini, tetapi baru sekarang bisa mendapatkan sertifikat hak milik. Artinya, menunggu selama 25 tahun,” ujar Menko AHY.

Baca Juga : AHY Kenang Nilai Kehidupan dari Kakeknya, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Ia menilai pemberian SHM menjadi bentuk kepastian hukum sekaligus instrumen peningkatan nilai ekonomi warga.

Selain menyerahkan sertifikat, Menko AHY berdialog dengan masyarakat serta menerima laporan hasil riset tim Ekspedisi Patriot yang selama tiga bulan meneliti kondisi sosial-ekonomi di kawasan transmigrasi NTT. Dari hasil pemaparan tersebut, infrastruktur disebut masih menjadi hambatan terbesar pembangunan.

“Masih cukup banyak ruas jalan yang perlu perbaikan, termasuk kebutuhan air bersih,” kata AHY. Menurutnya, perbaikan jalan serta penyediaan air bersih mendesak dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur air, seperti bendungan dan irigasi, untuk mendukung produktivitas sektor pertanian dan peternakan.

“Pertanian kita bisa lebih baik lagi dengan adanya bendungan dan irigasi untuk mengairi sawah dan menyediakan suplai air bersih,” ujarnya.

Baca Juga : AHY Tegaskan Trans Papua Kunci Pemerataan Pembangunan

Menko AHY memastikan seluruh temuan lapangan dan aspirasi masyarakat akan dibawa ke kementerian terkait untuk ditindaklanjuti. Ia menekankan perlunya kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani tantangan pembangunan.

Baca Juga  Peneliti BRIN Soroti Konflik Internal PBNU yang Dinilai Mirip Dualisme Kepemimpinan Parpol

“Kami akan sampaikan kepada kementerian terkait agar kita bisa bekerja bersama, fokus, dan memperkuat kolaborasi,” tuturnya.

Menutup kunjungan, AHY menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur merupakan kunci untuk menggerakkan ekonomi masyarakat transmigrasi.

“Kalau aksesnya semakin baik, seluruh potensi yang ada bisa dioptimalkan dan hasilnya kembali dinikmati oleh masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina; Tenaga Ahli Menteri, Ahmad Khoirul Umam; serta dihadiri Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo; dan Bupati Belu, Willybrodus Lay.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *