Nusawarta.id, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan tata rias wajah dan kecantikan kulit muslimah. Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Balangan ini bekerja sama dengan LPK Dahlia, dan dilaksanakan di Hotel Ar-Raudah, Kecamatan Paringin, selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (14–16/2/2026).
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis di bidang tata rias sekaligus wawasan kewirausahaan, sehingga diharapkan mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri di sektor jasa kecantikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi teori dan praktik secara intensif, mulai dari teknik dasar make up, perawatan kulit wajah, hingga strategi membaca peluang usaha dan pemasaran jasa kecantikan.
Pemateri dari LPK Dahlia, Wahidah, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah yang terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat. Menurutnya, program semacam ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Baca Juga : Wakil Ketua II DPRD Balangan Dukung Pameran Benda Pusaka di Paran
“Kami sangat mengapresiasi dinas terkait yang telah mengadakan pelatihan ini. Kesempatan seperti ini tidak mudah, jadi peserta diharapkan tidak menyia-nyiakannya,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, materi yang diberikan telah disusun sesuai standar kompetensi dan terakreditasi, sehingga peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh sertifikat resmi. Sertifikat tersebut memiliki legalitas dan dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan di salon kecantikan maupun membuka usaha mandiri.
“Kompetensi peserta diakui secara resmi. Dengan sertifikat tersebut, peluang untuk bekerja maupun membuka usaha tentu lebih terbuka,” jelasnya.
Wahidah juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan dalam mengikuti pelatihan, mengingat biaya pelatihan kecantikan secara mandiri tergolong tinggi. Fasilitasi dari pemerintah daerah dinilainya sebagai kesempatan berharga yang patut dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap peserta bisa memanfaatkan waktu pelatihan yang singkat ini dengan maksimal, disiplin mengikuti materi, serta aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Siapa tahu keterampilan yang diperoleh di sini nantinya menjadi sumber penghasilan utama,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap dapat melahirkan tenaga kerja yang terampil, mandiri, dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor jasa kecantikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian keluarga dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Balangan secara berkelanjutan.












