50 Pelaku Usaha Terima Wakaf Modal, Program Masjid Berdaya Adaro Perkuat Ekonomi Jamaah di Tabalong

  • Bagikan
Sebanyak 50 ibu-ibu pedagang kecil menerima Wakaf Modal UUMI sebagai penguatan usaha ultra mikro. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Tabalong — Suasana halaman Masjid Tarbiyah Syarafiyah, Jumat (13/2/2026) sore, tampak berbeda dari biasanya. Menjelang pukul 16.00 WITA, puluhan warga memadati area masjid. Bukan hanya untuk bersiap menunaikan ibadah, tetapi juga menyambut peluncuran kembali Program Masjid Berdaya Adaro yang digagas oleh Dermawan Indonesia berkolaborasi dengan PT Adaro Indonesia.

Program ini dirancang sebagai langkah konkret mendorong kemandirian ekonomi berbasis masjid. Mengusung pendekatan pemberdayaan berkelanjutan, kegiatan tersebut tidak sekadar menyalurkan bantuan, melainkan membangun sistem yang memungkinkan jamaah bertumbuh secara mandiri dan konsisten.

Sebanyak 50 ibu-ibu pedagang kecil menerima Wakaf Modal UUMI sebagai penguatan usaha ultra mikro. Bantuan modal ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka, mulai dari menambah stok barang dagangan, memperluas variasi produk, hingga memperbaiki stabilitas pendapatan keluarga.

Bagi sebagian penerima, tambahan modal tersebut menjadi peluang penting untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi.

Baca Juga : Satgas Saber Polres Balangan Sidak Pasar Modern Adaro, Pastikan Harga dan Kualitas Pangan Stabil

Tidak hanya menyasar pelaku usaha individu, program ini juga memperkuat kelembagaan masjid. Sepuluh masjid binaan menerima Mauquf ‘Alaih Wakaf Produktif Griya Emas, sebuah skema wakaf produktif yang dirancang menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.

Melalui skema ini, masjid didorong memiliki sumber pemasukan mandiri guna menopang berbagai program sosial, pendidikan, dan kegiatan kemasyarakatan tanpa bergantung sepenuhnya pada donasi insidental.

Momentum tersebut sekaligus menandai pembukaan Zona UMKM Masjid Berdaya Adaro. Sebanyak 10 booth jualan gratis disediakan bagi pedagang di lingkungan masjid. Zona ini diharapkan menjadi ruang usaha yang tertata dan inklusif, sekaligus mempertegas peran masjid sebagai pusat aktivitas ekonomi umat.

Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga sosial menjadi kunci terciptanya dampak nyata di tingkat akar rumput. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga kesejahteraan jamaah.

Baca Juga : Bapperida Balangan dan PT Adaro Indonesia Dorong Inovasi UMKM Menuju 2026

Melalui Program Masjid Berdaya Adaro, masjid diposisikan bukan semata ruang ibadah, melainkan simpul penggerak ekonomi komunitas. Dari mimbar dakwah hingga denyut pasar umat, inisiatif ini menghadirkan wajah baru pemberdayaan—menghadirkan keberkahan yang terasa di hati sekaligus menggerakkan roda kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Polres Balangan Ungkap Hasil Ops Jaran Intan 2025
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *