Nusawarta.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan akan mencopot sopir Mikrotrans Jaklingko yang terbukti ugal-ugalan di jalan. Kebijakan itu merespons keluhan warga soal sopir yang kerap berkendara sembarangan.
“Saya juga mendapatkan laporan yang sama mengenai hal tersebut, tentunya yang ugal-ugalan harus ditertibkan. Kalau nggak bisa ditertibkan, saya akan minta untuk diberhentikan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/06/2025).
Tak hanya itu, Pramono juga mengungkapkan banyak keluhan warga terkait lamanya waktu tunggu Jaklingko. Ia berkomitmen menambah unit guna meningkatkan kenyamanan layanan transportasi umum.
Baca Juga Gubernur Pramono Anung Rayakan Ultah ke-62, Berharap Jakarta Makin Aman dan Nyaman
“Kemarin keluhannya menunggunya terlalu lama. Memang sekarang sudah mulai dilakukan penambahan unit, jadi menunggunya sekarang tidak terlalu lama,” kata Pramono.
Terkait rencana perluasan Jaklingko ke wilayah penyangga seperti Depok dan Bekasi, Pramono belum merespons secara rinci. Sebelumnya, ia pernah menyatakan komitmennya memperluas layanan Mikrotrans demi memperluas akses transportasi publik bagi warga daerah penyangga.
“Bahkan JakLingko tidak lagi hanya beroperasi di dalam kota Jakarta, tetapi yang lebih utama itu dikembangkan di area Bekasi, Tangerang, Bogor, dan sebagainya,” kata Pramono.
Baca Juga Digiland Run 2025: Gubernur Jakarta Pramono Anung Ajak Pejabat DKI Ikut Lari di GBK
Pramono berharap ke depan warga Bekasi cukup berjalan kaki 100–200 meter untuk mengakses layanan JakLingko, Transjabodetabek, LRT, maupun MRT.
Ia menyatakan kesiapannya menghadapi berbagai kritik yang mungkin muncul sebagai konsekuensi dari rencana tersebut. (Ki/Red)












