Nusawarta.id, Jakarta – Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis hasil evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bertepatan dengan hari ini, Senin (20/10/2025). Evaluasi yang juga menyoroti kinerja para menteri ini menunjukkan sejumlah nama menonjol di mata publik maupun para ahli.
Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar mengungkapkan, dalam penilaian ahli serta evaluasi kinerja menteri, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menempati posisi teratas dengan skor tertinggi, yakni 50. Capaian ini menandakan kinerja AHY dinilai paling baik dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Berdasarkan penilaian para ahli, AHY menempati posisi teratas dengan skor 50, menandakan kinerjanya dianggap paling baik,” ujar Askar dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Baca Juga : Mayoritas Responden Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo, Capai 78,3 Persen
Di bawah AHY, posisi kedua diisi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan skor 48, sementara posisi ketiga diraih Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan skor 44. Disusul Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (35), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (31), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (24), dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (17).
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM dan Imigrasi serta Aparatur Sipil Negara (Imipas), Yusril Ihza Mahendra, berada di posisi kedelapan dengan skor 11, diikuti Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani yang masing-masing mencatat skor 10.
Celios juga mencatat adanya keselarasan antara penilaian para ahli dengan persepsi publik. Dalam penilaian masyarakat umum, AHY kembali menempati posisi teratas dengan skor 1.042. Disusul oleh Menag Nasaruddin (470), Mendikdasmen Abdul Mu’ti (287), dan Menteri Luar Negeri Sugiono (227).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi kelima dengan skor 224. Sementara Menko Hukum, HAM, dan Imipas Yusril Ihza Mahendra kembali masuk jajaran atas dengan skor 147, diikuti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (104), dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (104).
Di posisi sembilan dan sepuluh, berturut-turut ada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri dengan skor 97, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dengan skor 83.
Studi Celios ini melibatkan 120 jurnalis dari 60 lembaga pers nasional yang berasal dari berbagai desk pemberitaan seperti ekonomi, sosial-politik, hukum, HAM, energi, dan lingkungan. Survei ahli dilakukan pada periode 30 September hingga 13 Oktober 2025.
Selain itu, survei nasional terhadap publik umum turut dilakukan pada 2–17 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.338 responden dari wilayah pedesaan, pinggiran kota, hingga perkotaan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam pengumpulan data, mencerminkan keberagaman sosial dan demografis masyarakat Indonesia. (Fikri/Red).












