325 Bus Dikerahkan, Gubernur Ahmad Luthfi Berangkatkan 19 Ribu Pemudik Gratis ke Jawa Tengah

  • Bagikan
Program mudik gratis dari Pemprov Jawa Tengah melibatkan 325 bus dilepas Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dari TMII, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur Ahmad Luthfi secara resmi melepas ribuan pemudik dalam program Mudik Gratis tujuan Jawa Tengah yang digelar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Senin (16/3/2026). Program tahunan ini kembali digelar dengan dukungan berbagai pihak guna membantu masyarakat perantauan pulang ke kampung halaman dengan aman dan terjangkau.

Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa mudik merupakan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Jawa Tengah, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, telah menyiapkan ratusan armada bus untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin pulang kampung.

“Mudik merupakan suatu tradisi masyarakat Jawa Tengah, dan kami sudah menyiapkan bus yang akan mengantarkan pemudik ke semua daerah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Pada tahun ini, jumlah armada yang disiapkan mencapai 325 unit bus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 289 unit. Rinciannya, sebanyak 70 unit berasal dari Pemprov Jawa Tengah, 175 unit dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 unit dari Bank Jateng, 17 unit dari PT Jasa Raharja, delapan unit dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu unit dari Perum Perumnas dan Aqua.

Baca Juga : Fraksi DPR Dukung Opsi Pemotongan Gaji Pejabat, Antisipasi Dampak Krisis Global

Peningkatan jumlah armada tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pemudik yang terlayani. Tahun ini, program Mudik Gratis mampu mengangkut sekitar 19 ribu warga, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Luthfi menilai tingginya minat masyarakat tidak lepas dari faktor biaya yang ditanggung pemerintah dan mitra.

“Jumlah pemudik meningkat dari tahun lalu. Masyarakat lebih tertarik karena gratis sehingga bisa menghemat pengeluaran mereka,” katanya.

Program ini secara khusus menyasar para pekerja sektor informal, seperti pedagang asongan, buruh bangunan, asisten rumah tangga, penyandang disabilitas, pengemudi ojek, hingga sopir angkutan kota. Pemerintah berharap program ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memberikan perjalanan mudik yang lebih aman.

Baca Juga  Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah, Kapolri Targetkan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal

Luthfi juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan program ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, swasta, hingga lembaga keuangan menjadi kunci keberhasilan Mudik Gratis setiap tahunnya.

“Semua kami kumpulkan untuk meringankan beban masyarakat kami di perantauan, karena mereka sebenarnya merupakan pahlawan devisa,” ujarnya.

Dukungan tidak hanya berupa armada transportasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan selama perjalanan. Aqua, misalnya, menyediakan 15.000 botol air mineral gratis guna menjaga hidrasi para pemudik. Hal ini dinilai penting mengingat perjalanan mudik yang panjang membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Baca Juga : Ramadhan Karim, Ormas BQN Gelar Buka Puasa Bersama dan Aksi Sosial untuk Warga Kurang Mampu di Kebumen

Salah satu peserta mudik, Arif (43), yang berangkat menuju Klaten bersama istri dan tiga anaknya, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia memperkirakan dapat menghemat hingga Rp7 juta untuk biaya transportasi dan konsumsi selama mudik.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih karena sudah memudahkan perjalanan kami ke kampung halaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mendukung program mudik. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebutuhan cairan tubuh selama perjalanan agar pemudik tetap fokus dan segar.

“Kami siap menemani perjalanan para pemudik, karena menjaga hidrasi sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *