Nusawarta.id, Semarang – Memasuki H+1 Lebaran 1446 H, arus lalu lintas di berbagai jalur utama di Jawa Tengah terpantau ramai lancar. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa titik, situasi masih dapat dikendalikan tanpa perlu penerapan rekayasa lalu lintas yang signifikan.
Pantauan hingga Selasa (1/4/2025) pukul 13.30 WIB menunjukkan bahwa jalur arteri Pejagan – Exit Tol Pejagan mengalami peningkatan mobilitas kendaraan, terutama akibat tradisi Syawalan dan sisa pemudik dari arah Jakarta. Kepadatan sempat terjadi dengan jumlah kendaraan mencapai 685 unit per jam pada pukul 11.00-12.00 WIB, namun lalu lintas tetap terkendali.
Sementara itu, Gate Tol Kalikangkung mencatat lonjakan kendaraan dari arah Jakarta, dengan volume tertinggi mencapai 3.250 kendaraan per jam. Angka ini masih berada di bawah ambang batas kepadatan, yakni 3.500-4.000 kendaraan per jam.
Kondisi Tol Dalam Kota Semarang (A, B, C) juga masih terpantau ramai lancar, meskipun terdapat beberapa insiden kendaraan mogok atau kehabisan bahan bakar. Untuk memastikan kelancaran, tim urai lalu lintas, layanan derek, dan bengkel siaga telah dikerahkan ke lokasi-lokasi strategis.
Di Tol Banyumanik, volume kendaraan melonjak hingga 4.228 per jam pada pukul 10.00-11.00 WIB, melebihi batas normal 3.500 kendaraan per jam. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga di sekitar aglomerasi Semarang serta kepadatan di Rest Area 429, yang kini menerapkan sistem buka-tutup untuk mengatur arus kendaraan.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di Exit Tol Prambanan, yang mencatat 1.593 kendaraan per jam. Untuk mengantisipasi lonjakan, diberlakukan sistem buka-tutup di Gate Tol Klaten, guna menghindari kemacetan di jalur arteri Klaten – Yogyakarta. Hingga siang ini, situasi di jalur tersebut masih terkendali.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Sonny Irawan, memastikan bahwa secara keseluruhan, lalu lintas di Jawa Tengah masih dalam kondisi aman dan terkendali.
“H+1 Lebaran ini memang terjadi peningkatan arus dari barat ke timur, baik dari sisa pemudik maupun masyarakat yang melakukan Syawalan. Namun, kondisi masih dalam kategori ramai lancar. Kami telah menyiagakan personel di titik-titik rawan kemacetan serta memastikan kesiapan layanan darurat seperti derek, bengkel, dan tim urai lalu lintas di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan. Istirahat di rest area yang tersedia dan mematuhi arahan petugas menjadi langkah penting agar perjalanan tetap lancar dan selamat.
Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan aman dan tertib, sehingga masyarakat dapat kembali ke aktivitas normal dengan nyaman. (Fikri/Red)












