Nusawarta.id, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menyatukan kubu Mardiono dan Agus Suparmanto yang sebelumnya berselisih. Kesepakatan rekonsiliasi ini tercapai berkat bantuan dari beberapa pihak yang dikenal sebagai “orang-orang baik”.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyebut dirinya, Agus Suparmanto, dan Taj Yasin telah bertemu dua hari lalu dan sepakat untuk bersatu kembali.
“Dua hari lalu saya telah mengadakan pertemuan yang difasilitasi oleh orang-orang baik, yaitu antara Taj Yasin, Agus, dan saya,” ujar Mardiono di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10).
Mardiono saat ini tetap menjabat sebagai Ketua Umum PPP, sementara Agus Suparmanto ditetapkan sebagai Wakil Ketua Umum. Taj Yasin dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal dan Fauzan sebagai Bendahara Umum.
“Karena sudah menyatu antara Agus dan saya, maka di bawah juga akan kami satukan. Kami segera menyusun kepengurusan yang lebih lengkap,” jelas Mardiono.
Langkah selanjutnya adalah menggelar musyawarah kerja nasional (mukernas) sebagai forum rekonsiliasi nasional, yang akan menghasilkan berbagai keputusan penting untuk arah partai ke depan.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan telah menerbitkan SK baru kepengurusan PPP yang menyatukan kedua kubu.
“SK baru saya keluarkan hari ini. Mardiono tetap sebagai Ketua Umum, Agus sebagai Wakil Ketua Umum, Taj Yasin jadi Sekjen, dan Fauzan sebagai Bendahara Umum,” ujar Supratman.
Ia mengatakan SK baru mencantumkan enam orang dan berharap ini membawa kesejukan dan persatuan di tubuh PPP.
Sebelumnya, konflik internal PPP bermula dari pelaksanaan Muktamar ke-10 di Ancol, Jakarta. Dalam proses itu, Mardiono sempat menyatakan dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Namun, kubu lain tetap melanjutkan muktamar dan menetapkan Agus Suparmanto sebagai ketua umum.
Kini, kedua tokoh tersebut telah sepakat untuk bersatu dalam satu kepengurusan.












