Nusawarta.id, Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan pentingnya investasi pada pengembangan anak usia dini sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial Indonesia di masa depan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Senin (27/10/2025), dalam pra-peluncuran Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi CERIA Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (Sismonev CERIA PAUD HI).
Menurut Woro, pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang harus dibentuk sejak usia dini.
“Kalau kita melihat dari berbagai literatur dan pengalaman dunia, setiap 1 dolar Amerika yang diinvestasikan untuk intervensi anak usia dini dapat menghasilkan laba sosial dan ekonomi hingga 13 dolar Amerika di masa depan,” ujar Woro.
Baca Juga : Menteri PPPA Arifah Fauzi: Jangan Diam, Laporkan Setiap Kekerasan di Lingkungan Kampus
“Artinya, investasi pada anak usia dini tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga memberikan keuntungan jangka panjang yang jauh lebih besar bagi bangsa.” tambahnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024 menunjukkan bahwa sekitar 10,82 persen penduduk Indonesia berada pada rentang usia 0-6 tahun. Persiapan sumber daya manusia sejak usia ini dinilai strategis, namun sejumlah indikator menunjukkan bahwa kebutuhan anak-anak usia dini masih belum sepenuhnya terlayani.
Selain itu, belum adanya definisi yang jelas mengenai bidang layanan yang diperlukan pada setiap tahap perkembangan anak menjadi tantangan tersendiri.
Menjawab kebutuhan tersebut, Kemenko PMK berharap peluncuran resmi Sismonev CERIA PAUD HI pada pekan depan dapat menjadi solusi. Sistem ini dirancang sebagai alat monitoring dan evaluasi yang terintegrasi, mencakup berbagai kementerian dan lembaga yang menangani pengembangan anak usia dini di seluruh Indonesia.
Baca Juga : Kemensos Kembangkan Kampung Berdaya Bidang Peternakan di Magelang
Tidak hanya itu, sistem ini juga mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menganalisis data yang diunggah oleh masing-masing instansi. AI tersebut dapat mendeteksi kebutuhan layanan anak-anak secara spesifik sekaligus menyiapkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran.
“Dengan sistem ini, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan anak usia dini, sekaligus memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan memberikan dampak maksimal bagi pertumbuhan manusia dan pembangunan bangsa,” kata Woro.
Peluncuran Sismonev CERIA PAUD HI dipandang sebagai langkah strategis pemerintah dalam membangun fondasi generasi emas Indonesia, di mana kualitas SDM mulai dibentuk sejak tahap paling awal kehidupan anak.
Dengan demikian, investasi pada anak usia dini bukan sekadar program sosial, tetapi merupakan strategi pembangunan jangka panjang yang memberi manfaat ganda bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.












