Pemkab Tanah bumbu Luncurkan Inovasi “Gemas Sagan B2SA” untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

  • Bagikan
Peluncuran Inovasi Generasi Emas Sadar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (Gemas Sagan B2SA), di SMKS Kodeco, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu. (Foto: Diskominfo Tanah bumbu/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Tanah bumbu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah bumbu resmi meluncurkan inovasi Generasi Emas Sadar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (Gemas Sagan B2SA) di SMKS Kodeco, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (27/11/2025). Program ini sekaligus dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi B2SA di sekolah sebagai bagian dari intervensi sensitif dalam pencegahan stunting di wilayah kabupaten.

Bupati Tanah bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Asisten Administrasi Umum, M. Yamani, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan generasi muda Tanahbumbu tidak hanya sehat saat ini, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan.

“Untuk menjadi generasi emas, kesehatan adalah pondasi utama. Kesehatan itu dimulai dari apa yang kita makan setiap hari,” ujar M. Yamani mewakili Bupati.

Ia menambahkan, menjadi generasi unggul tidak cukup hanya dengan belajar giat dan menguasai teknologi. Tubuh yang kuat, otak yang cerdas, serta daya tahan prima harus dibangun sejak dini melalui pola makan B2SA.

Baca Juga : DPRD Tanah Bumbu Tegaskan Dukungan untuk Tenaga Kesehatan dan Pertumbuhan UMKM Lewat Raperda

Program Gemas Sagan B2SA memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:

  1. Meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA bagi kesehatan.
  2. Mendorong terbentuknya kebiasaan makan sehat sejak dini agar tercipta generasi cerdas, aktif, dan produktif.
  3. Mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan, khususnya beras, dengan mengenalkan lebih banyak pilihan pangan lokal.
  4. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak, baik dari sisi fisik maupun kognitif.
  5. Menumbuhkan karakter generasi emas yang peduli gizi, mandiri, dan memiliki gaya hidup sehat.
  6. Menurunkan risiko stunting, anemia, dan masalah gizi lainnya.
  7. Mengantarkan Indonesia menuju Generasi Emas 2045 yang unggul dan berdaya saing.
Baca Juga  Pemkab Tanah Bumbu Tegas Jaga Kesucian Ramadhan, 1.740 Botol Miras Disita

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk membiasakan diri mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, memilih pangan lokal yang variatif, serta mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Ia menekankan pentingnya sarapan sehat dan bergizi sebagai investasi masa depan.

“Kunci prestasi generasi emas adalah gizi yang baik. Pola makan B2SA bukan sekadar gaya hidup sehat, tetapi juga pondasi keberhasilan di masa depan,” kata M. Yamani.

Baca Juga : Edukasi Pengasuhan dan Gizi Diperkuat, Tanah Bumbu Targetkan Generasi Bebas Stunting

Selain peluncuran, sosialisasi B2SA di sekolah diharapkan menjadi momentum bagi sekolah untuk menjadi pusat pembelajaran gizi yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan budaya makan sehat di kalangan siswa. Dengan dukungan guru, orang tua, dan pemerintah daerah, diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah bumbu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *