Nusawarta.id, Hulu Sungai Utara – Musibah kebakaran melanda Desa Murung Padang RT 01, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat sore (5/12/2025). Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah dan berdampak langsung pada tiga kepala keluarga (KK), meninggalkan kerugian materiil yang cukup besar.
Berdasarkan data sementara dari Pemerintah Desa Murung Padang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSU, rumah pertama dihuni oleh dua KK, yakni keluarga Junaidi (39), Suhaimi (59), dan Hakim (29). Sementara rumah kedua merupakan milik Fatimah (55). Sayangnya, seluruh dokumen penting dan barang berharga milik para korban tidak berhasil diselamatkan.
Saksi di lokasi kejadian mengungkapkan, api diduga berasal dari area dapur salah satu rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten HSU langsung bergerak cepat. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Dinas Ketahanan Pangan, pihak Kecamatan, aparat desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan awal.
Baca Juga : Malam Syukuran Milad ke-58 Bupati HSU Jadi Momentum Solidaritas untuk Korban Bencana
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, kebutuhan pangan, tikar, matras, selimut, perlengkapan tidur, pakaian layak pakai, peralatan dapur darurat, logistik dapur umum, serta layanan kesehatan untuk warga terdampak.
Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan mendukung para korban.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan rasa prihatin dan turut merasakan musibah yang menimpa keluarga korban. Bantuan darurat telah diberikan, dan proses pendampingan untuk pemulihan akan terus kami lakukan,” ujarnya saat meninjau lokasi pada Sabtu (6/12/2025).
Selain bantuan darurat, Pemkab HSU berencana memberikan bantuan lanjutan berupa program bedah rumah atau rumah layak huni, pendataan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta koordinasi dengan Baznas dan para donatur untuk memastikan pemulihan korban berjalan optimal.
Bupati H. Sahrujani juga mengajak masyarakat dan lembaga sosial untuk bersama-sama meringankan beban para korban.
“Semoga mereka diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten HSU juga memberikan apresiasi tinggi kepada relawan pemadam kebakaran, aparat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, TNI–Polri, dan warga yang sigap membantu proses pemadaman dan evakuasi, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran rumah, terutama menjelang musim kering dan penggunaan peralatan dapur yang rawan memicu api. Pemerintah daerah menegaskan akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan.












