Nusawarta.id, Hulu Sungai Utara — Menjelang tutup tahun sekaligus memasuki awal musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun Anggaran 2025 di Halaman Kantor Bupati, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan jajaran terkait dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir, angin kencang, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati HSU, H. Sahrujani, dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, relawan, serta berbagai instansi terkait lainnya. Dalam arahannya, Bupati Sahrujani menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat, terutama di kawasan rawan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai.
“Lokasi yang rawan terdampak musibah banjir mendapat perhatian lebih. Kesiapan relawan dan peralatan mulai dipersiapkan, dan ini sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya dalam amanat apel.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Syamrani, menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di wilayah HSU mulai berlangsung pada Desember.
Baca Juga : Kejari HSU Musnahkan Barang Bukti dari 27 Perkara, Narkotika Masih Mendominasi
BPBD sebelumnya juga telah melaksanakan apel siaga bersama para relawan dan kelompok masyarakat. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana yang berpotensi meningkat selama curah hujan tinggi, termasuk risiko tanah longsor di titik-titik rawan.
“Perahu karet yang sempat mengalami kerusakan juga telah diperbaiki. Peralatan lain juga dipersiapkan sehingga pada saat musim penghujan nanti sudah bisa digunakan dengan baik,” jelas Syamrani.
Saat ini BPBD HSU memiliki dua unit perahu karet milik BPBD, satu perahu karet bantuan provinsi, dan dua unit perahu fiber. Sementara titik rawan longsor yang harus diwaspadai berada di Kecamatan Haur Gading, khususnya Desa Tuhuran dan Tambak Sari Panji, yang letaknya berdekatan dengan aliran sungai berarus deras saat musim hujan.
Dukungan penuh juga disampaikan Kepolisian Resor HSU. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui PS Kasi Humas Polres HSU, IPTU Asep Hudzainur, menegaskan komitmen Polres dalam mendukung langkah pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Polres HSU siap bersinergi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan masyarakat mendapat perlindungan maksimal. Kehadiran personel pada apel ini menjadi bukti kesiapan dalam melakukan langkah cepat dan responsif,” ucapnya.
Baca Juga : KORPRI HSU Run 2025 Meriah, Ratusan ASN Ramaikan Fun Run di Halaman Kantor Pemkab
Iptu Asep menambahkan bahwa personel Polres HSU telah dibekali kemampuan dasar penanggulangan bencana dan akan terus siaga terhadap perkembangan cuaca ekstrem.
“Kami mengedepankan respons cepat, koordinasi terpadu, dan kolaborasi dengan BPBD serta unsur TNI dan relawan agar setiap potensi bencana dapat ditangani secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam apel tersebut, Polres HSU menurunkan 64 personel yang tergabung dalam sprint apel kesiapsiagaan, dengan 51 personel tercatat hadir. Kehadiran tersebut disebut sebagai wujud kesiapan operasional Polres HSU dalam menghadapi kemungkinan terjadinya banjir, angin kencang, hingga tanah longsor sepanjang musim penghujan.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, seluruh perangkat daerah, aparat keamanan, hingga relawan mempertegas komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama saat situasi darurat yang membutuhkan kehadiran aparat secara cepat dan profesional. Pemkab HSU berharap kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini dapat meminimalisir dampak bencana sekaligus meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi setiap tahun.












