Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kecam Dosen UIM yang Ludahi Kasir Swalayan

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian. (Foto: Dok. Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR-RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, mengecam keras tindakan tidak terpuji yang dilakukan seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Amal Said, yang terekam meludahi seorang kasir swalayan di Makassar, Sulawesi Selatan. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya mencederai nilai kemanusiaan, tetapi juga merusak martabat dan kehormatan profesi pendidik

Lalu Hadrian menilai, tindakan meludah kepada pekerja layanan publik merupakan perbuatan yang sama sekali tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan sosial, terlebih dilakukan oleh seorang dosen yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Saya kira, sebagai dosen, sikap meludahi tersebut merupakan tindakan yang tidak beradab, merendahkan martabat kemanusiaan, dan sama sekali tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan sosial mana pun,” ujar Lalu Hadrian di Jakarta, Senin (29/11/2025).

Ia mengaku prihatin atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perilaku tersebut. Menurutnya, dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik di ruang kelas, tetapi juga memikul tanggung jawab moral di ruang publik.

Baca Juga : Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Transformasi Pendidikan dan Akselerasi Riset Berbasis Teknologi

“Saya memandang peristiwa tersebut sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Dosen adalah pendidik sekaligus teladan moral di ruang publik, sehingga sikap arogan, apalagi tindakan meludah kepada pekerja layanan, jelas bertentangan dengan nilai etika akademik, adab sosial, dan martabat profesi pendidik,” tegasnya.

Lalu Hadrian juga menepis anggapan bahwa emosi dapat dijadikan alasan pembenaran atas tindakan kekerasan verbal maupun simbolik. Justru, kata dia, kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian dari integritas dan profesionalitas seorang pendidik, apalagi yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga  Wagub Bengkulu Minta Dukungan Kementerian Transmigrasi untuk Pengembangan Islamic Centre Lagita

“Alasan emosi tidak bisa dijadikan pembenaran, karena pengendalian diri justru menjadi bagian dari integritas seorang dosen,” jelasnya.

Lebih lanjut, legislator Komisi X DPR RI itu mendorong agar kasus tersebut ditangani secara tegas, adil, dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengingat yang bersangkutan berstatus ASN, ia meminta agar sanksi ditegakkan secara berjenjang, baik secara administratif maupun etik.

“Karena yang bersangkutan berstatus ASN, sanksi harus ditegakkan secara tegas dan proporsional sesuai peraturan, mulai dari sanksi disiplin ASN, sanksi etik oleh perguruan tinggi, hingga permintaan maaf terbuka kepada korban,” tuturnya.

Menurutnya, penegakan sanksi bukan semata-mata bertujuan menghukum pelaku, melainkan sebagai bentuk pendidikan dan pembelajaran bagi seluruh sivitas akademika serta masyarakat luas.

“Ini penting agar menjadi pelajaran bahwa ruang publik dan dunia akademik menuntut sikap beradab, bukan arogansi,” ucap Lalu Hadrian.

Kronologis Kejadian

Peristiwa tersebut mencuat ke publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Amal Said terlihat meludahi seorang kasir swalayan berinisial N (21) saat sedang melakukan transaksi.

Baca Juga : Ketua Komisi X DPR Minta Arah Kebijakan Pendidikan Nasional 2026 Fokus pada Kualitas Guru dan Pembelajaran

Kejadian berlangsung pada Rabu (24/12). Dalam video tersebut, Amal Said yang mengenakan pakaian hitam lengan panjang awalnya terlihat mengantre sambil membawa keranjang belanja. Namun, secara tiba-tiba ia memotong antrean dan berdiri tepat di depan kasir swalayan yang masih melayani pelanggan lain.

Saat kasir memasukkan barang belanjaan ke dalam kantong plastik, Amal Said tampak membuka dompetnya. Tanpa diduga, ia kemudian meludahi kasir yang berada di hadapannya, sehingga memicu kecaman publik setelah rekaman tersebut viral.

Baca Juga  Kemdiktisaintek Hapus TKDA dan TKBI, Sertifikasi Dosen Kini Lebih Inklusif bagi Disabilitas

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof Muammar Bakry, membenarkan bahwa pria dalam video yang beredar tersebut merupakan dosen di kampusnya. Ia menyatakan pihak universitas telah menindaklanjuti kasus tersebut melalui mekanisme internal.

“Tentu dekannya sudah komunikasi. Entah bagaimana komunikasinya. Kan berjenjang, ada dekannya, ada atasannya dia,” ujar Muammar.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas, terutama di kalangan akademisi dan masyarakat, sebagai pengingat pentingnya menjaga etika, adab, serta sikap saling menghormati di ruang publik, terlebih bagi mereka yang menyandang status sebagai pendidik dan aparatur negara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *