Dody Hanggodo Kritik Keras Lambatnya Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk

  • Bagikan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Nganjuk – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengkritik keras lambatnya progres pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) di Nganjuk, Jawa Timur. Kritik tersebut disampaikan saat ia melakukan peninjauan proyek di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dody menyatakan kekecewaannya karena capaian pembangunan di Nganjuk dinilai jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain. Berdasarkan laporan yang diterimanya, progres pembangunan di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 15 persen.

“Nganjuk memang sangat tertinggal. Masih sekitar 15 persen. Yang saya tidak suka dari tim saya adalah saat saya datang justru memberikan alasan kenapa tertinggal, bukan memberikan solusi agar ketertinggalan bisa dikejar,” ujar Dody.

Menurutnya, tim teknis di lapangan seharusnya mampu memberikan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan, bukan sekadar menyampaikan alasan keterlambatan. Ia menilai sikap seperti itu menunjukkan kurangnya pendekatan solutif dalam pelaksanaan proyek strategis pemerintah.

Baca Juga : Wacana ‘War Tiket’ Haji Diklaim Tak Ganggu Antrean Reguler, DPR Ingatkan Prinsip Keadilan

Selain menyoroti lambatnya progres pekerjaan, Dody juga mengkritik sikap jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian PU yang dinilai kurang tegas terhadap penyedia jasa proyek. Ia mengaku heran karena tim internal kementerian tampak ragu dalam menindak penyedia jasa yang tidak memenuhi target pekerjaan.

“Saya agak bingung, kenapa tim saya seolah-olah takut kepada penyedia jasa. Memang ada rumor di luar bahwa penyedia jasa memberikan sesuatu kepada tim saya, tetapi itu masih sebatas rumor dan belum bisa dibuktikan. Namun, fakta di lapangan seperti yang terjadi di Nganjuk,” katanya.

Dody menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di berbagai daerah.

Baca Juga  PP IKA UNAIR Periode 2025–2030 Resmi Mulai Transformasi Digital, Gandeng IBK Kelola Aplikasi Membership

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran di Kementerian PU bekerja secara serius dan profesional agar pembangunan dapat berjalan sesuai target. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi yang merugikan negara dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dody mengakui dirinya cukup kesal dengan kinerja sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa jika usianya lebih muda, kemungkinan akan lebih sulit baginya menahan emosi melihat ketidakseriusan yang terjadi di lapangan.

Baca Juga : Putin Sambut Prabowo di Moskow, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Rusia–Indonesia

Ia pun mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam proyek pembangunan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme aparatur di lapangan.

Dody berharap keterlambatan pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk segera dikejar agar target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai tepat waktu. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan bagi kelompok rentan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *