Nusawarta.id, Jombang – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membagikan dua sepeda kepada santri saat menghadiri pengajian umum Haul Ke-55 KH. Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu.
Dalam kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden itu, Gibran meminta panitia memilih satu santri laki-laki dan satu santri perempuan untuk menerima hadiah sepeda. Namun sebelum hadiah diberikan, keduanya diminta menjawab pertanyaan mengenai alasan mereka bangga menjadi santri.
Santri laki-laki bernama Ahmad Alfir Ismail asal Magelang, Jawa Tengah, menyampaikan dirinya bangga menjadi santri karena termotivasi oleh tiga nilai utama, yakni berakhlak, berilmu, dan berkiprah di masyarakat.
Menurut Ahmad, kehidupan di pondok pesantren mengajarkannya tentang sopan santun dan tata krama dari para pengasuh serta masyayikh. Selain itu, ia juga mendapatkan bekal ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat.
Ia menambahkan, nilai pengabdian kepada masyarakat dicontohkan langsung oleh KH Abd. Wahab Chasbullah sebagai pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga : Pramono Sebut CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta
Jawaban Ahmad mendapat respons spontan dari Gibran yang menyebut penjelasan santri tersebut layaknya peserta debat calon presiden.
“Wah ini kayak debat capres ini,” ujar Gibran disambut tawa hadirin.
Sementara itu, santri perempuan Indy Febrianti Valentina asal Jombang mengatakan dirinya bangga menjadi santri karena tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga dididik memiliki akhlak yang baik.
Menurut Indy, seorang santri harus mampu menerapkan ilmu yang diperoleh agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Menanggapi jawaban kedua santri tersebut, Gibran menilai para santri merupakan calon pemimpin masa depan bangsa. Ia optimistis masa depan pondok pesantren akan semakin cerah dengan hadirnya generasi muda yang memiliki wawasan dan akhlak baik.
“Ini jawabannya bagus-bagus ini. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya luar biasa,” kata Gibran.
Dalam sambutannya, Gibran juga mengajak para santri meneladani perjuangan KH Abd. Wahab Chasbullah yang dikenal sebagai tokoh penggerak dengan semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, serta komitmen terhadap kemajuan bangsa.
Baca Juga : Bareskrim Polri Amankan 321 WNA Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta
Menurut Wapres, Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi hingga perubahan iklim.
“Santri-santri harus mampu beradaptasi,” ujarnya.
KH Abd. Wahab Chasbullah lahir di Jombang pada 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971. Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama itu dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Ke-7 RI Joko Widodo pada 2014 atas jasa dan dedikasinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Gibran turut didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH M Hasib Wahab Chasbullah, serta Bupati Jombang Warsubi.












