Nusawarta.id, Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat program peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon secara masif sebagai langkah strategis mewujudkan swasembada gula putih paling lambat pada 2028. Program tersebut akan difokuskan pada tanaman tebu yang sudah tidak produktif guna meningkatkan produktivitas dan produksi gula nasional.
Hal itu disampaikan Mentan saat menghadiri kegiatan di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, percepatan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi dari produksi dalam negeri dalam waktu dua tahun.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran,” ujar Amran.
Mentan menjelaskan, program bongkar ratoon akan menyasar tanaman tebu yang telah berumur antara tujuh hingga 15 tahun atau sudah mengalami penurunan produktivitas. Tanaman tersebut akan dibongkar untuk kemudian diremajakan menggunakan bibit baru yang memiliki potensi hasil lebih tinggi.
Pemerintah menargetkan peremajaan tanaman tebu seluas 100 ribu hektare setiap tahun. Dengan target tersebut, Amran optimistis seluruh program bongkar ratoon dapat diselesaikan dalam dua tahun, terlebih anggaran pelaksanaannya telah disiapkan setelah mendapat persetujuan Presiden.
Menurutnya, percepatan peremajaan tanaman merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu nasional. Selain mampu meningkatkan hasil panen, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku industri gula sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.
“Peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mendongkrak produksi gula nasional. Dengan tanaman yang lebih produktif, kebutuhan gula dalam negeri dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung penuh program percepatan swasembada gula yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, PT SGN akan memperkuat sinergi dengan pabrik gula swasta serta meningkatkan pendampingan kepada petani tebu.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani,” ujar Mahmudi.
Ia menjelaskan, dukungan kepada petani akan dilakukan melalui berbagai program, di antaranya bantuan bongkar ratoon, penyediaan alat dan mesin pertanian seperti traktor, serta pendampingan budidaya untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Selain itu, PT SGN juga akan memperluas program mekanisasi pertanian dan pendampingan teknis agar proses peremajaan tanaman dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Menurut Mahmudi, keberhasilan program swasembada gula tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri pengolahan, tetapi juga ditentukan oleh peningkatan produktivitas di tingkat petani.
“Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” katanya.
Mahmudi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, BUMN sektor gula, pabrik gula swasta, dan petani menjadi faktor utama dalam menyukseskan program tersebut. Melalui peremajaan tanaman, mekanisasi, serta penguatan pendampingan kepada petani, diharapkan produksi tebu nasional dapat meningkat secara signifikan sehingga target swasembada gula putih pada 2028 dapat tercapai sesuai dengan rencana pemerintah.












