Bupati Tanah Bumbu Dukung KSPEAN, Wamenko Pangan Tinjau Integrasi Sawit–Sapi di Satui

  • Bagikan
Kunjungan Wamenko Pangan Ke Tanah Bumbu. (Foto: Pemkab Tanah Bumbu/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Tanah Bumbu – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Selatan di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (16/6/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat langsung implementasi Program Pemberdayaan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kehutanan dan Pertanian (P2SHP) yang dikembangkan oleh PT Buana Karya Bhakti.

Dalam sambutan Bupati Tanah Bumbu yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eryanto Rais, pemerintah daerah menegaskan bahwa Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara terpadu agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

Baca Juga : Pemkab Tanah Bumbu Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Khataman Al-Qur’an

“Kami siap berkolaborasi, serta mendukung berbagai langkah strategis yang akan dirumuskan demi keberhasilan program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan hewani nasional.

Ia menjelaskan, model integrasi yang diterapkan di lokasi tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Dari populasi awal sekitar 300 ekor sapi pada 2016, kini berkembang menjadi hampir 1.500 ekor melalui sistem pembiakan alami.

Selain meningkatkan populasi ternak, program integrasi sawit-sapi juga memberikan dampak positif bagi sektor perkebunan. Kehadiran sapi disebut mampu menekan biaya pembersihan gulma hingga 50–70 persen, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah melalui pemanfaatan pupuk organik dari kotoran ternak.

Baca Juga  Mutasi Besar di Tanah Bumbu, Bupati Andi Rudi Latif Lantik 23 Pejabat dan Tekankan Integritas

Di sisi lain, Ranch Manager Wahyu Darsono menyampaikan bahwa program tersebut dimulai pada 2016 dengan investasi sekitar Rp6 miliar untuk pengadaan 300 ekor sapi beserta infrastruktur pendukung.

Baca Juga : Tanah Bumbu Resmi Miliki Mal Pelayanan Publik, Bupati: Wujud Komitmen Tingkatkan Layanan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan Suparmi menyebut program integrasi sawit-sapi di PT Buana Karya Bhakti telah ditetapkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian sebagai role model nasional.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan kawasan terintegrasi yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan dan peternakan di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *