Nusawarta.id, Batulicin – DPRD Kabupaten Tanah Bumbu memfasilitasi konsultasi dan koordinasi antara 10 kepala SMA Negeri di Kabupaten Tanah Bumbu dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian berbagai aspirasi sekolah terkait kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan serta pemenuhan tenaga pendidik di tingkat SMA.
Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen DPRD Tanah Bumbu dalam menjembatani kebutuhan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki kewenangan mengelola SMA, SMK, dan SLB.
Rombongan dipimpin Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani didampingi anggota Komisi I, yakni Hj. Ernawati, H. Irin, M. Dodi Trunur Rizky, Makhruri, Sarniah, dan Nur Khalifah. Kehadiran mereka diterima langsung Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, H. Abdul Rahim.
Pertemuan tersebut juga dihadiri para kepala SMA Negeri se-Kabupaten Tanah Bumbu, yakni Kepala SMAN 1 Simpang Empat Abdul Rokhim, Kepala SMAN 1 Kusan Hilir Wahidah, Kepala SMAN 1 Batulicin Muraqibuddin, Kepala SMAN 2 Simpang Empat Bukhori, Kepala SMAN 1 Angsana Maryudi, Kepala SMAN 1 Mantewe Jamalluddinnor, Kepala SMAN 1 Sungai Loban Akhmad Supianor Fajeri, Kepala SMAN 1 Satui Ahmadillah, Kepala SMAN 1 Karang Bintang Muhammad Abduh, serta Kepala SMAN 1 Kusan Hulu Faisal Anwar.
Konsultasi tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan pihak sekolah mengenai keterbatasan fasilitas pendidikan, mulai dari kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana hingga kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah.
Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani mengatakan, pihaknya memandang penting untuk memfasilitasi pertemuan tersebut agar berbagai persoalan yang dihadapi sekolah dapat disampaikan secara langsung kepada pemerintah provinsi sebagai pemegang kewenangan pengelolaan pendidikan menengah.
“DPRD hadir untuk menjembatani kebutuhan sekolah agar dapat disampaikan langsung kepada pemerintah provinsi. Harapannya berbagai persoalan yang dihadapi sekolah dapat segera memperoleh solusi,” ujar Andrean.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh ketersediaan sarana pendukung dan tenaga pendidik yang memadai. Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan sekolah.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Tanah Bumbu yang juga Kepala SMAN 1 Batulicin, Muraqibuddin, menyampaikan apresiasi kepada DPRD Tanah Bumbu atas inisiatif memfasilitasi dialog dengan Disdikbud Kalimantan Selatan.
Menurutnya, pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara pihak sekolah dengan pemerintah provinsi sehingga berbagai kebutuhan pendidikan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti secara bersama.
“Alhamdulillah terjalin kolaborasi antara DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ke depan direncanakan kerja sama untuk mendukung penanganan sarana prasarana dan kebutuhan SMA, SMK, serta SLB di Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun tidak berhenti pada forum konsultasi semata, tetapi berlanjut dalam bentuk program nyata untuk memenuhi kebutuhan sekolah secara bertahap. Dengan dukungan sarana prasarana yang lebih baik dan tenaga pendidik yang memadai, kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Tanah Bumbu diharapkan semakin meningkat.
Melalui koordinasi tersebut, DPRD Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi dunia pendidikan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan demi terciptanya layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi seluruh peserta didik di Bumi Bersujud.












