Nusawarta.id, Pandeglang – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).
Operasi pencarian dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Meski demikian, Basarnas masih membuka kemungkinan operasi kembali dilakukan apabila ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan Arupadhatu 1 dan delapan orang yang berada di dalamnya.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah tim melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pencarian melalui jalur laut, udara, dan darat.
Baca Juga : Bareskrim Usut Dugaan Keterlibatan 95 Korporasi dalam Kasus Karhutla
“Kalau kami mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed,” kata Al Amrad saat menyampaikan keputusan penghentian operasi di Posko SAR Nasional Carita, Pandeglang, Jumat (18/9/2026).
Menurut Al Amrad, operasi SAR pada dasarnya memiliki batas waktu standar selama tujuh hari. Namun, pencarian Arupadhatu 1 diperpanjang tiga hari atas permohonan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Banten.
Dengan perpanjangan tersebut, total operasi pencarian berlangsung selama 10 hari. Namun hingga operasi berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Selama proses penyisiran, tim juga belum menemukan objek yang dapat dipastikan berkaitan dengan Arupadhatu 1.
Meski operasi resmi ditutup, Basarnas menegaskan kemungkinan pencarian kembali tetap terbuka. Operasi dapat diaktifkan apabila terdapat informasi, bukti, atau material baru yang dinilai berkaitan dengan hilangnya speedboat tersebut.
Baca Juga : Prabowo Klaim Koalisi Pemerintah Berhasil Buktikan Kinerja kepada Rakyat
Basarnas juga mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda maupun wilayah lain yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya kapal agar segera melaporkan apabila menemukan benda yang diduga berkaitan dengan Arupadhatu 1.
Informasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti sebagai bahan penelusuran dan pertimbangan untuk membuka kembali operasi SAR.
Lima jurnalis dan tiga kru Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polair, serta sejumlah unsur SAR lainnya. Hingga operasi resmi berakhir, keberadaan Arupadhatu 1 beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui.





Respon (1)