BPOM Inisiasi Jejaring Regulasi Kosmetik Global, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Dunia

  • Bagikan
Kepala BPOM Taruna Ikrar menginisiasi jejaring regulasi kosmetik global (GCRN) untuk memperkuat pengawasan sekaligus mendorong produk lokal makin mendunia. (Foto: Dok. BPOM/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginisiasi pembentukan Global Cosmetic Regulatory Network (GCRN), jejaring kolaborasi lintas negara yang ditujukan untuk memperkuat pengawasan kosmetik sekaligus membuka peluang produk dalam negeri memasuki pasar global.

Inisiatif tersebut ditandai melalui The Initiation of Global Cosmetic Regulatory Network (IGCRN) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, 2–3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan SICS Summit 2026 dan Cosmobeauté Indonesia 2026.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan perkembangan teknologi bahan kosmetik dan perdagangan digital membuat peredaran produk berisiko semakin mudah melintasi batas negara. Kondisi itu, menurutnya, membutuhkan kerja sama antarotoritas pengawas.

“Tidak ada satu regulator pun yang dapat menghadapi tantangan saat ini sendirian. Kita mungkin memiliki kerangka hukum dan prioritas regulasi yang berbeda, tetapi banyak tantangan yang kita hadapi sebenarnya sama,” kata Taruna dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga : KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus HGB Summarecon

Taruna menegaskan GCRN tidak bertujuan menyeragamkan regulasi kosmetik di setiap negara. Kedaulatan hukum dan kewenangan masing-masing otoritas tetap dihormati.

Menurut dia, jejaring tersebut akan menjadi wadah komunikasi bagi regulator untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta merespons perkembangan industri berdasarkan bukti ilmiah.

“Harmonisasi bukan berarti menghilangkan karakter dan kewenangan regulasi setiap negara. Yang ingin kita bangun adalah jembatan komunikasi agar regulator dunia dapat berbagi pengetahuan dan merespons tantangan global,” ujarnya.

Forum tersebut diikuti sekitar 160 peserta dari regulator, industri, dan akademisi. Sejumlah delegasi asing turut hadir, antara lain dari otoritas regulasi Lao PDR, Korea Selatan, Cosmetics Europe, serta perwakilan industri Swiss.

Selain memperkuat pengawasan, inisiatif GCRN juga diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kosmetik Indonesia. BPOM mendorong pemanfaatan potensi pasar domestik, kreativitas pelaku usaha, serta kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber bahan baku bernilai tambah.

Baca Juga : KPK Limpahkan Berkas Silmy Karim Cs ke Jaksa, Segera Disidang

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, salah satunya melalui platform BRIDGE. Platform ini mempertemukan peneliti dengan industri agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing internasional.

Baca Juga  Taruna Ikrar Kunjungi SDN Jati 05 Pagi, BPOM Dukungan MBG terhadap Program unggulan presiden prabowo

Rangkaian IGCRN ditutup dengan penandatanganan deklarasi inisiasi GCRN serta kunjungan ke fasilitas produksi PT Cosmax Indonesia untuk melihat penerapan teknologi manufaktur kosmetik.

“Kita ingin inovasi tumbuh, perdagangan berkembang, dan industri semakin kompetitif. Namun fondasinya harus tetap sama: keamanan, mutu, bukti ilmiah, dan perlindungan konsumen,” pungkas Taruna.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *