Nusawarta.id – Jakarta. Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan, kita menghargai pernyataan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar terjadi revisi terhadap sistem politik nasional, salah satunya adalah pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
“Bagi Komisi II DPR RI hal ini menjadi penting sebagai salah satu bahan untuk kami melakukan revisi terhadap omnibus law politik. Yang didalamnya terkait salah satunya adalah tentang Pilkada, selain tentang Pemilu, dan tentang hukum acara sengketa kepemiluan,” kata Rifqi ketika dihubungi, pada Jumat (13/12/2024).
Lebih lanjut, Rifqi menjelaskan, Hal yang paling mendasar harus menjadi acuan kita bersama adalah terkait ketentuan Pasal 18 UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang mengatakan bahwa “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota dipilih secara demokratis”.
“Oleh karena itu, sepanjang kita masih memiliki derajat dan legitimasi demokratis dengan pemilihan kepala daerah. Sepanjang itu pula usulan ini menjadi konstitusional,” jelasnya.
Namun, disisi lain, Legislator asal Kalimantan Selatan itu usul agar budaya dan kultur politik tak barbarian. Diantaranya, termasuk soal money politic yang juga menjadi salah satu pertimbangan penting, kenapa pemilihan itu tidak dilakukan lagi secara langsung.
“Kendati demikian, kita harus mencari formula yang tepat, agar korupsi dan money politic tak beralih ke partai politik dan DPRD,” ujarnya.
“Oleh sebab itu, agar traumatik politik kita berdasarkan ketentuan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) yang dulu mengamanatkan pemilihan kepala daerah Provinsi, Bupati, dan Walikota oleh DPRD itu tidak kembali terjadi. Dengan alasan, karena diwarnai aksi premanisme politik dan poltik uang diberbagai tempat,” pungkasnya.
Diketahui, Sebelumnya Presiden RI, Prabowo Subianto melempar wacana agar kepala daerah seperti gubernur hingga bupati dan wali kota kembali dipilih oleh DPRD.
Ia menilai sebagaimana yang diterapkan di negara lain, sistem itu dinilai lebih efisien dan tak menelan banyak biaya.
“Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien, Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” kata Prabowo di pidatonya di puncak perayaan HUT ke-60 Partai Golkar, Sentul, Kamis (12/12) malam WIB. (Ki/red)












