Papua Barat Jadi Fokus, Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapim TNI 2025 di Jakarta

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub.Int., M.H.I., turut menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2025 yang dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat (31/1/2025).

Rapim ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pimpinan TNI dari tiga matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara untuk mengevaluasi kinerja tahun 2024 serta merumuskan strategi pertahanan nasional di tahun 2025. Dalam pidatonya, Panglima TNI menekankan pentingnya kesamaan visi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi.

“Pertemuan ini adalah momentum penting untuk menyatukan pola pikir dan pola tindak di seluruh jajaran TNI. Dengan sinergi yang solid, kita dapat mewujudkan TNI yang lebih profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Panglima TNI.

Salah satu agenda utama dalam Rapim adalah penyerahan penghargaan kepada 17 satuan kerja TNI yang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Panglima TNI dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membangun organisasi yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, Rapim TNI 2025 menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk Menteri PANRB dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang memberikan pembekalan terkait strategi pertahanan, reformasi birokrasi, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika global.

Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, yang mewakili Kodam XVIII/Kasuari dalam forum ini, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara, terutama di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Baca Juga  Ada Gugatan di Pilkada 2024, Prabowo: Tak Masalah, Itu Bagian dari Demokrasi

“Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan pendekatan yang humanis dan profesional, sejalan dengan kebijakan strategis TNI,” ujarnya.

Rapim TNI 2025 diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih adaptif dalam menghadapi dinamika geopolitik, memperkuat postur pertahanan nasional, serta memastikan kesiapan TNI dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di masa depan. (Whd/Red)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *