BPBD HSU Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Banjir Musim Hujan

  • Bagikan
Sungai Negara yang membelah Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara biasanya meluap jika intensitas hujan tinggi. (Foto: Radar Banjarmasin/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Amuntai – Menghadapi datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut setiap tahun. Berbagai langkah mitigasi dan upaya koordinasi lintas sektor kini digencarkan untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSU, H. Syamrani, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, terutama dalam hal pelaporan kondisi debit air sungai secara berkala. Pemantauan difokuskan pada dua aliran utama sungai yang menjadi indikator utama potensi banjir di daerah ini, yakni Sungai Tabalong dan Sungai Balangan.

“BPBD HSU memiliki alat ukur tinggi air di dua titik tersebut, namun saat ini mengalami gangguan teknis. Untuk sementara, pemantauan dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan,” jelas Syamrani, Senin (3/11/2025).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di wilayah Hulu Sungai Utara diperkirakan terjadi pada bulan November 2025. Menyikapi hal tersebut, BPBD HSU telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya sosialisasi kebencanaan di desa-desa rawan banjir serta sekolah-sekolah tingkat atas. Selain itu, imbauan kewaspadaan juga telah dipasang di videotron serta di beberapa titik rawan banjir.

Baca Juga : Hadiri Porprov XII Kalsel Di Tanah Laut, Bupati Sahrujani Nyatakan HSU Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XIII

“Mengingat ketinggian air sungai saat ini masih berada pada tahap waspada, dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat koordinasi bersama SKPD terkait dan lintas sektor untuk menentukan status siaga banjir,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada pemantauan, BPBD HSU juga telah menyiapkan bantuan logistik dan sembako sebagai langkah cepat tanggap apabila banjir mulai terjadi. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang sering terendam air.

Baca Juga  Bupati HSU: Sinergi Ulama dan Pemerintah Kunci Pembangunan Karakter Dan Akhlak Masyarakat

Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut ambil bagian dalam mitigasi dengan melakukan pendalaman kantong air serta pembersihan sumbatan sampah di sejumlah titik aliran sungai. Upaya ini diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya luapan yang berpotensi mengakibatkan genangan.

Dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sembilan kecamatan tercatat masuk dalam kategori rawan banjir, kecuali Kecamatan Paminggir. Beberapa wilayah yang paling sering terdampak di antaranya Kecamatan Banjang, Amuntai Utara, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, dan Haur Gading.

Baca Juga : Disdikbud HSU Gelar Seleksi Substansi Calon Kepala Sekolah, 100 Guru Ikuti Tahapan Akhir

Syamrani menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, BPBD HSU terus mengimbau warga agar selalu memantau informasi cuaca terkini, mengamankan barang-barang berharga, dan tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air sungai dalam beberapa pekan ke depan.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi aktif. Kesiapsiagaan bersama akan sangat membantu dalam mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat bencana banjir,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *