Dekranasda HSS Dorong Kerajinan Bambu Loksado Tembus Pasar Nasional dan Ekspor

  • Bagikan
Ketua Dekranasda HSS meninjau langsung kegiatan Kerajinan Berbasis Bambu. (Foto: Diskominfo HSS/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Kandangan – Potensi kerajinan bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus didorong agar mampu menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, meninjau langsung kegiatan Pendampingan Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kerajinan Berbasis Bambu di Graha Wisata Amandit, Kecamatan Loksado, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pembinaan yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Budi Setiawan, ST., MM. Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Mei 2026, dan diikuti sebanyak 35 perajin bambu lokal.

Dalam kunjungannya, Hj. Mustaidah didampingi Camat Loksado serta jajaran pengurus Dekranasda HSS. Ia menyaksikan secara langsung proses produksi berbagai kerajinan bambu yang dibuat peserta pelatihan, mulai dari proses pengolahan bahan hingga pembentukan produk siap jual.

Menurutnya, program pendampingan tersebut menjadi peluang besar bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga : Kajari Baru HSS Disambut Hangat, Bawa Semangat Penguatan Penegakan Hukum

“Hari ini saya melihat langsung para pengrajin bambu kita. Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan dan perhatian dari Pemerintah Pusat. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan kualitas produk lokal kita,” ujar Hj. Mustaidah di sela kegiatan.

Ia menilai, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif masyarakat desa. Melalui pendampingan itu, para perajin didorong menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki nilai estetika tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Baca Juga  Pemkab Hulu Sungai Selatan Ikuti Pemeriksaan Interim LKPD 2024 Secara Virtual

Selain meningkatkan kualitas produk, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan potensi bambu yang melimpah di wilayah HSS, khususnya di kawasan Loksado, komoditas tersebut dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

Selama ini, bambu lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau kebutuhan rumah tangga sederhana. Namun melalui inovasi desain dan pengembangan produk, bambu kini mulai diarahkan menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi yang mampu menarik minat pasar regional hingga nasional.

Baca Juga : Kecombrang Loksado Diproyeksikan Jadi Ikon Kuliner dan Agrowisata HSS

Pemerintah Kabupaten HSS pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku IKM melalui sinergi bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait. Sentra kerajinan bambu di Loksado diharapkan dapat berkembang menjadi ikon baru sektor ekonomi kreatif sekaligus mendukung pariwisata daerah.

Ke depan, produk kerajinan bambu asal HSS diharapkan tidak hanya dikenal di Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor sebagai produk ramah lingkungan dengan kualitas unggulan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *