Konferensi Internasional Gau Maraja Resmi Dibuka di Maros, Ungkap Temuan Lukisan Gua Tertua di Dunia

  • Bagikan
Profesor Adam Brum dari Griffith University memaparkan temuan terbaru tentang lukisan gua Leang-leang yang disebut sebagai tertua di dunia, dalam sesi utama Konferensi Gau Maraja. (Foto: Wnr/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Maros Konferensi Internasional Gau Maraja secara resmi dibuka hari ini di Gedung Serbaguna Maros, Sulawesi Selatan. Acara ini menjadi sorotan internasional dengan kehadiran peserta dan pembicara dari 15 negara, menandai dimulainya rangkaian Festival Gau Maraja yang memuat 12 kegiatan paralel. Pembukaan konferensi dilakukan secara simbolis di situs bersejarah Pallantikang pada (4/7/2025), dan dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Konferensi ini menjadi wadah bagi para akademisi, arkeolog, dan pemerhati budaya untuk bertukar gagasan serta mempresentasikan hasil penelitian terbaru mengenai kebudayaan dan sejarah. Momen penting terjadi saat Profesor Adam Brum dari Griffith University, Australia, menyampaikan temuan mengejutkan dalam pidato kuncinya. Ia mengungkapkan bahwa lukisan gua yang berada di kawasan Leang-leang di Maros kini diyakini sebagai lukisan gua tertua di dunia, mengalahkan perkiraan sebelumnya yang menyebut usia lukisan tersebut sekitar 4.000 tahun. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa usia lukisan ini jauh lebih tua, memberikan sudut pandang baru terhadap perkembangan seni prasejarah umat manusia.

Ismail Suardi Wekke, Anggota Panitia Pengarah sekaligus Divisi Review dan Publikasi Konferensi Gau Maraja, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme internasional yang ditunjukkan dalam kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran delegasi dari berbagai negara membuktikan bahwa warisan budaya Maros memiliki nilai universal dan menarik perhatian dunia.

Festival Gau Maraja dijadwalkan akan berakhir dengan perhelatan Gala Dinner yang digelar di kawasan Leang-leang pada Sabtu, 5 Juli 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap situs budaya yang menjadi saksi sejarah umat manusia. (Wnr/Red).

Baca Juga  Mendagri Konsolidasikan Kepala Daerah untuk Perkuat Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *