Nusawarta.id, Magelang – Setelah sepekan penuh menjalani agenda padat, Magelang Retreat 2025 resmi ditutup oleh Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto pada Jumat (28/2/2025). Kegiatan yang mempertemukan para kepala daerah dari seluruh Indonesia ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pada hari terakhir, peserta mendapatkan arahan langsung dari Presiden ke-6 RI, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, serta sejumlah menteri kabinet. Selain itu, agenda ditutup dengan Parade Senja dan Farewell Dinner sebagai simbol komitmen para kepala daerah dalam menjalankan visi pembangunan nasional.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif atau yang akrab disapa Bang Arul, mengungkapkan kesannya selama mengikuti Magelang Retreat 2025. Ia menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan nasional yang harus diterapkan di daerah.
“Setiap hari kami memulai persiapan sebelum subuh hingga malam. Ini pengalaman luar biasa yang memberikan wawasan dan motivasi baru untuk mengembangkan daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan,” ujar Bang Arul di sela kegiatan pendakian Gunung Tidar, Kompleks Akademi Militer Magelang, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, retret ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga forum diskusi yang efektif dalam mencari solusi terhadap tantangan pembangunan di daerah masing-masing. Bang Arul pun menegaskan komitmennya untuk membawa semangat dan strategi baru ke Tanah Bumbu.
“Saya sangat antusias mengikuti setiap sesi dan memastikan bahwa semua misi yang diberikan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk bertukar gagasan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari Magelang Retreat 2025, para kepala daerah mengikuti berbagai sesi paparan dari pejabat tinggi negara. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari tata kelola pemerintahan, infrastruktur, ekonomi kreatif, hingga ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pendorong bagi daerah untuk lebih inovatif dalam mengelola pembangunan. Bang Arul optimistis hasil dari retret ini akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Tanah Bumbu.
“Kami ingin mewujudkan Tanah Bumbu sebagai daerah yang maju, makmur, dan beradab. Semoga semangat dari Magelang Retreat ini bisa terus kami aplikasikan dalam membangun daerah yang lebih baik,” tutupnya.
Magelang Retreat 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, tantangan selanjutnya adalah menerapkan strategi dan kebijakan yang telah dipelajari untuk kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri. (Ma/Red)












