Nusawarta.id, Yogyakarta – Pemerintah menyiapkan perubahan besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu ke depan tidak lagi diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi peserta didik yang benar-benar membutuhkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat tingkat menteri. Namun, pemerintah masih menyusun mekanisme penyaluran agar program dapat berjalan tepat sasaran.
“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” kata Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).
Selain itu, pemerintah masih mengkaji skema pelibatan kantin sekolah dalam distribusi MBG. Pembahasan dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan hingga kini belum menghasilkan keputusan final.
Baca Juga : PIK2 dan STISNU Tangerang Gelar Seleksi Beasiswa Pesisir Nusantara 2026
Menurut Abdul Mu’ti, seluruh aspek pelaksanaan perlu dikaji secara menyeluruh agar program berjalan optimal. Ia menegaskan kewenangan penyelenggaraan dan distribusi MBG berada di bawah BGN, sedangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berperan memberikan masukan agar implementasi program sesuai dengan tujuan pemerintah.
Ia menjelaskan, tujuan utama MBG adalah membangun generasi muda yang sehat secara fisik sekaligus menekan angka stunting. Karena itu, penyaluran bantuan dinilai akan lebih efektif apabila diprioritaskan kepada siswa yang paling membutuhkan.
“Semangat MBG oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menilai kebijakan baru tersebut akan membuat manfaat program menjadi lebih tepat sasaran. Menurutnya, siswa yang paling berhak menerima bantuan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan MBG.
Di sisi lain, Kemendikdasmen juga mendorong agar MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemberian makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter melalui pembiasaan pola makan sehat di lingkungan sekolah.
Baca Juga : Dugaan Korupsi di 750 BUMN Menguat, Rencana Danantara Libatkan KPK Dinilai Tepat
Konsep tersebut telah diintegrasikan ke dalam program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kemendikdasmen, kata Abdul Mu’ti, juga telah menerbitkan berbagai panduan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter yang berjalan beriringan dengan program MBG.
Saat ini, Kemendikdasmen masih terus berkoordinasi dengan BGN sambil menunggu kebijakan lanjutan mengenai mekanisme baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang akan disiapkan oleh lembaga tersebut.




