Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning menjadi strategi utama pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam naskah pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu (2/5). Menurutnya, perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang kelas melalui proses pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujar Mu’ti.
Baca Juga : Komisi III: KUHP Baru Jamin Ruang Demokrasi Aktivis dan Buruh
Ia menjelaskan, penerapan Deep Learning merupakan bagian dari upaya mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia menjadi negara maju, makmur, dan bermartabat melalui sektor pendidikan.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Kemendikdasmen menetapkan lima kebijakan strategis yang menjadi fokus utama pembangunan pendidikan nasional. Kebijakan pertama adalah revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi melalui perbaikan sarana prasarana serta integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kompetensi guru agar tenaga pendidik memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Kebijakan berikutnya ialah penguatan karakter dengan membangun ekosistem sekolah yang berakhlak, beretika, dan menjunjung nilai kebangsaan. Kemendikdasmen juga menargetkan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sebagai fondasi utama pembelajaran.
Adapun kebijakan kelima adalah memperluas akses pendidikan guna memastikan pemerataan layanan pendidikan hingga ke pelosok daerah di Indonesia.
Pada momentum Hardiknas 2026, Abdul Mu’ti turut menjelaskan filosofi logo peringatan tahun ini yang menggambarkan arah transformasi pendidikan nasional. Siluet manusia bergerak dinamis dalam logo tersebut melambangkan semangat seluruh elemen pendidikan untuk mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Baca Juga : DPR Tunggu Momentum Tepat Bahas RUU Pemilu, Pertimbangkan Putusan MK dan Kajian Fraksi
Dominasi warna biru pada logo merepresentasikan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, dan harapan akan masa depan pendidikan yang lebih cerah. Sementara garis lengkung yang mengitari logo dimaknai sebagai simbol gerak maju, perlindungan bagi warga sekolah, serta kesinambungan program pendidikan nasional.
Pemerintah optimistis pendekatan Deep Learning dan berbagai kebijakan strategis yang dijalankan akan membawa perubahan nyata bagi kualitas pendidikan Indonesia serta melahirkan generasi penerus bangsa yang lebih kompetitif di masa depan.












